Selamat datang di mediapangandaran.com
Utamanya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Utamanya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Utamanya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak
MediaPangandaran.Com - Kesehatan gigi dan mulut anak yang baik akan menjadi cermin kesehatan gigi serta mulut pada masa dewasa karena hal itu merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan. Menjaga kesehatan gigi dan mulut anak dapat dimulai sejak ibu mengandung bayi tersebut.

Gigi merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Gigi melancarkan fungsi pengunyahan sehingga makanan lebih cepat halus dan memungkinkan proses pencernaan menjadi lebih cepat dan efektif.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Profesor Willyanti Soewondo mengatakan, gigi juga berfungsi estetik, memperindah penampilan wajah sekaligus melancarkan bicara. Gigi terdiri atas email, dentin, pulpa gigi, ligament periodontal, dan tulang alveolar sebagai pendukung. Sementara mulut merupakan pintu gerbang masuknya penyakit ke dalam tubuh.

Pertumbuhan dan perkembangan gigi seperti perkembangan jaringan tubuh lain. Dengan kata lain, pertumbuhannya dipengaruhi interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik akan menentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Faktor lingkungan adalah adanya infeksi, trauma, stres, konsumsi obat-obatan, penyakit, dan asupan nutrisi.

Kesehatan ibu selama mengandung memegang peranan penting bagi kesehatan gigi dan mulut anak. Selama dalam kandungan, proses pertumbuhan dan perkembangan gigi bayi telah dimulai. Beberapa faktor menyebabkan bayi mengalami pertumbuhan janin terhambat sehingga terjadi kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Faktor yang menyebabkan BBLR dapat juga menyebabkan gangguan perkembangan gigi, berupa kelainan bentuk dan ukuran, kelainan struktur email gigi, dan keterlambatan erupsi gigi sulung.

Faktor-faktor tersebut adalah asupan nutrisi yang kurang pada ibu hamil, penyakit infeksi selama hamil, trauma pada ibu hamil. Selain itu, penggunaan obat-obatan yang merupakan kontraindikasi selama kehamilan, perokok berat, dan hipertensi.

Asupan nutrisi yang cukup saat ibu hamil sangat diperlukan untuk pembentukan matrik email gigi dan klasifikasinya. Kelainan struktur gigi dapat mengakibatkan gigi mudah berubah warna, berubah bentuk, dan mengalami kekerasan yang kurang sehingga cepat mengalami kerusakan.

Adanya gangguan di dalam kandungan dapat mempengaruhi struktur organ pada umumnya, termasuk gigi, terutama bila gangguan tersebut terjadi saat kritis perkembangan gigi, utamanya gigi sulung yang pada akhirnta ikut berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut anak.

Selama fase kritis, gangguan faktor lingkungan dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dihindarkan pada sistem organ yang sedang berkembang, termasuk pada gigi dapat terjadi kelainan sesuai dengan tahapan perkembangan saat itu.

Faktor yang menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah dapat juga mengakibatkan gangguan pada perkembangan gigi sulung. Beberapa penelitian menunjukkan, insidensi kelainan struktur gigi pada anak dengan riwayat berat lahir di bawah 2.500 gram sekitar 20%-100%.

Tumbuh kembang email gigi sulung terjadi pada saat prenatal. Terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pembentukan matrik dan tahap kalsifikasi. Tahap pembentukan matrik saat kurang dari 16 minggu kehamilan. Tahap kalsifikasi pada 16-32 minggu kehamilan.

Bila terjadi gangguan selama periode akhir pembentukan matrik email dan periode awal kalsifikasi maka dapat terjadi hipoplasia serta hipokalsifikasi email. Kelainan struktur email gigi akibat adanya gangguan perkembangan dalam kandungan umumnya bersifat bilateral pada gigi yang terkenal dengan rnayoritas gigi yang mengalami kelainan struktur adalah gigi anterior baik rahang atas maupun rahang bawah.

Karies disebabkan multifaktor, yaitu keadaan anatomi gigi, substrat, mikro-organisme, dan waktu. Kelainan struktur email pada gigi berisiko lebih mudah mengalami karies. Adanya permukaan gigi yang kasar, buram, dan banyak lekukan memudahkan penumpukan sisa makanan sehingga memudahkan terjadi karies gigi. Bila tidak ditindaklanjuti akan mengakibatkan infeksi pada gigi. Selanjutnya, gigi menjadi nonvital, bahkan menjadi abses gigi, sakit gigi, dan sulit makan.

Gigi sulung juga dapat tanggal sebelum waktunya. Akibatnya, terjadi penyempitan lengkung rahang. Selain itu, dapat menyebabkan gangguan estetik sehingga dapat menjadi beban psikologis, terutama bila yang terkena gigi anterior. Hal itu akan menurunkan kualitas hidup anak.

Demikianlah betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak semenjak dalam kandungan. Semoga bermanfaat. (MS/MP-Kesehatan).
Advertisement

Baca juga:


Admin
Portal Berita Pangandaran, Berita Nasional, Bisnis, Lifestyle, Otomotif, Teknologi, Wisata, Opini, Sastra dan yang lainnya.