Selamat datang di mediapangandaran.com
Mengenal Teh Hijau Jepang yang Bermanfaat Baik Bagi Kesehatan
Mengenal Teh Hijau Jepang yang Bermanfaat Baik Bagi Kesehatan

Mengenal Teh Hijau Jepang yang Bermanfaat Baik Bagi Kesehatan

Teh hijau Jepang menjadi minuman yang cukup populer di tanah air.

Mengenal Teh Hijau Jepang yang Bermanfaat Baik Bagi Kesehatan
MediaPangandaran.com - Entah sudah berapa banyak restoran di Indonesia yang menjajakan masakan Jepang. Banyak restoran menawarkan berbagai jenis makanan asal negeri sakura, mulai dari sushi, ramen, sampai camilan seperti gyozu. Ada juga teh hijau yang menjadi minuman cukup populer di tanah air.

Sebagian besar teh di Jepang merupakan teh hijau yang memiliki cita rasa umami atau gurih. Umami merupakan cita rasa kelima yang bisa dirasakan lidah selain manis, pahit, asam, dan asin.

Rasa umami itu didukung oleh proses pengolahan daun teh hijau Jepang yang berbeda dengan teh hitam. Setelah dipanen, pada umumnya daun teh langsung dikukus untuk proses pengeringan. Berbeda dengan teh hitam yang sebagian besar diproses dengan cara disangrai. Meskipun demikian. ada juga teh di Jepang yang diproses dengan cara dipanggang seperti hojicha.

Japanese Tea Instructure, Tsukuda mengatakan, ada berbagai macam jenis teh di Jepang. Meskipun demikian, teh yang paling populer adalah jenis sencha. Sebanyak 35-40 persen teh yang digunakan di Jepang adalah sencha.

Teh populer lainnya adalah matcha yang berbentuk bubuk dengan rasa creamy. Tak heran jika teh ini sangat populer karena orang Indonesia pun banyak menggunakan teh jenis ini untuk bahan makanan seperti kue, puding, es krim, juga sebagai varian rasa minuman dingin. Matcha juga merupakan jenis teh yang kerap digunakan dalam upacara minum teh di Jepang.

Namun, berbeda dengan orang Indonesia, masyarakat Jepang sangat anti mengkonsumsi teh dengan menggunakan gula. Rasa manis dianggap bisa merusak cita rasa asli teh. Selain itu, mengonsumsi teh tanpa gula juga dinilai lebih sehat. Untuk menetralisasi rasa pahit, masyarakat Jepang senang mengkonsumsi teh bersamaan dengan kue-kue manis seperti mochi dan wagashi (sejenis kue dan permen tradisional Jepang).

Penyeduhan teh hijau Jepang juga lebih banyak menggunakan suhu rendah, yaitu sekitar 65-80 derajat Celsius, tergantung pada jenis tehnya. Penggunaan air dengan suhu lebih tinggi membuat teh menjadi terlalu pahit sehingga menutup cita rasa aslinya. Hal itu berbeda dengan penyeduhan teh hitam yang menggunakan suhu di atas 90 derajat Celsius.

Menurut Tsukuda, waktu pemetikan daun teh ternyata berpengaruh juga terhadap cita rasanya. Daun yang dipetik pertama kali pada musim semi dinilai sebagai bahan pembuat teh terbaik. Teh awal musim semi dinilai memiliki kualitas tinggi karena tanamannya telah menyirnpan banyak nutrisi selama beristirahat di musim dingin sehingga bermanfaat baik bagi kesehatan tubuh. Itu sebabnya jenis teh ini memiliki harga yang paling mahal dibandingkan dengan yang dipetik di musim lainnya.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.