Selamat datang di mediapangandaran.com
Ini Dia Dampak Buruk Media Sosial Bagi Anak Muda, Mari Kita Cek
Ini Dia Dampak Buruk Media Sosial Bagi Anak Muda, Mari Kita Cek

Ini Dia Dampak Buruk Media Sosial Bagi Anak Muda, Mari Kita Cek

Penggunaan media sosial yang berlebihan memiliki dampak buruk bagi anak muda

Ini Dia Dampak Buruk Media Sosial Bagi Anak Muda, Mari Kita Cek
MediaPangandaran.com - Di bidang kesehatan ternyata penggunaan media sosial dapat berdampak buruk bagi anak muda. Oleh karena itu, pemikiran untuk membuat panduan bagi penggunaan media sosial dan internet sangat dibutuhkan. Keberadaan media sosial diperkirakan memengaruhi sekitar 5 persen anak muda dan digambarkan lebih adiktif dibadingkan dengan rokok dan alkohol. Mereka yang mengakses media sosial lebih dari dua jam sehari disebutkan sudah kecanduan.

Banyak peneliti menduga kecanduan media sosial yang terjadi pada anak muda membuat mereka memiliki kesehatan mental yang buruk, termasuk distres psikologi, seperti gejala kecemasan dan depresi. Banyak anak muda merasa ketakutan akan tertinggal meski sudah bertemu teman secara konstan saat liburan. Mereka benar-benar tidak bisa lepas dari media sosial.

Perasaan ini memunculkan perilaku compare and despair. Terlihat dari unggahan media sosial anak muda dengan teknis edit tingkat tinggi sebagai upaya agar lebih baik karena membanding-bandingkan dengan orang lain.

Temuan studi dari Anxiety Inggris mendukung pernyataan ini. Dibuktikan bahwa media sosial mendorong kecemasan dan meningkatnya perasaan tidak berharga. Ekspektasi yang tak nyata menjadi standar di media sosial sehingga berdampak pada hadirnya perasaan rendah diri dan mengejar perfeksionisme yang semu.

Tak hanya itu, penelitian juga membuktikan, penggunaan media sosial berdampak parah pada kualitas tidur anak muda. Menggunakan telefon genggam sebelum tidur menghambat proses natural kerja otak.

Lampu LED pada telefon genggam menjadi penyebabnya. Cahaya membuat otak terus memacu sehingga tidak tidur karena hormon melatonin sebagai pengendali rasa kantuk terganggu. Akibatnya, saat jam sekolah anak-anak ini kesulitan mencerna pelajaran karena kelelahan otak.

Penggunaan media sosial yang salah juga bisa berakibat pada ketidakpuasan pada imaji tubuh anak muda. Sebuah studi menyebutkan sebagian anak muda yang kecanduan media sosial berusaha mengubah penampilannya agar tampak lebih baik di linimasa. Oleh karena itu, prosedur bedah plastik pun semakin digemari.

Dampak buruk media sosial lainnya adalah melonjaknya kasus perisakan di dunia maya. Platform ini memberikan peluang bagi pelaku perisakan untuk melanjutkan pelecehan mereka. Kesimpulan itu terungkap dalam Royal Society for Public Health.

Meningkatnya popularitas aplikasi pesan instan ini disinyalir menyuburkan perisakan karena bisa digunakan sebagai media menyebarkan pesan intimidasi. Bahkan di Inggris, tujuh dari sepuluh anak mengaku pernah mengalami periskan. Dari jumlah tersebut, 37 persen di antaranya mengatakan mendapat pesan intimidasi secara online.

Demikianlah dampak buruk media sosial bagi anak muda yang sudah terungkap. Peneliti mengatakan, pecandu media sosial memiliki gejala yang sama dengan pengguna obat terlarang. Penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara pembuatan keputusan yang berisiko, gejala umum pada pecandu narkoba, dengan pengguna media sosial yang berlebihan.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.