Selamat datang di mediapangandaran.com
Harga Manggis Tragis, Petani Meringis
Harga Manggis Tragis, Petani Meringis

Harga Manggis Tragis, Petani Meringis

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida saat ditemui diruangannya Senin (28/01/2019)

Harga Manggis Tragis, Petani Meringis
Parigi, MediaPangandaran.Com - Harga jual manggis di Kabupaten Pangandaran turun drastis, dan mengakibatkan banyak petani merasa dirugikan.

Seperti yang dialami salah seorang petani Asal Desa Lebaksari Desa Batumalang Kecamatan Cimerak Agus (32) merasa kecewa karena pada saat panen harga jual hanya di kisaran Rp 1500 hingga Rp 2000 per Kilogramnya.

"Mingu kemarin kan masih dikisaran Rp 10.000, sedangkan sekarang harganya sangat anjlok jauh," keluh Agus kepada MP Senin (28/01/2019).

Lebih lanjut Agus meminta perhatian kepada pemerintah supaya bisa menstabilkan harga hasil bumi, terutama manggis yang sedang banyak sekarang.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tedi Garnida merasa tidak bisa berbuat banyak karena belum ada dasar hukum penentuan harga hasil bumi oleh Pemerintah Daerah.

Meski kualitas manggis kita ekspor, kata Tedi, yang menentukan harga beli dari petani adalah perusahaan pengimpor manggis di Tasikmalaya.

"Bukan hanya manggis, cabe, kelapa dan hasi bumi lainnya kecuali beras, kita tidak bisa mengintervensi harga," imbuhnya.

Pengepul manggis di Kabupaten Pangandaran kata ia bukan orang Pangandaran, namun langsung dari PT Puspahiyang Tasikmalaya.

"Kita juga pernah ngobrol sama pengepul, alhasil kan tidak bisa apa-apa, harga sudah diatur disana. Solusi paling konkret kecuali kita kreatif olah sendiri menjadi bahan jadi," tegasnya.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Wartawan at Media Pangandaran.