Selamat datang di mediapangandaran.com
Mengenal Gejala dan Penyebab Aritmia Bradikardi
Mengenal Gejala dan Penyebab Aritmia Bradikardi

Mengenal Gejala dan Penyebab Aritmia Bradikardi

Aritmia bradikardi adalah kondisi jantung dengan ritme abnormal karena proses penuaan sel.

MediaPangandaran.com - Masa hidup sel dalam tubuh dapat berubah seiring dengan usia. Dalam proses penuaan, wajar jika terjadi kemunduran fungsi sel tubuh dari kondisi normal. Kemunduran itu bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan pada tubuh, biasa dikenal dengan sebutan penyakit degeneratif. Berbeda dengan penyakit lain yang bisa dipengaruhi dari faktor luar, itu terjadi murni karena melemahnya fungsi sel tubuh, misalnya, kasus aritmia pada orang lanjut usia.

Aritmia adalah kondisi jantung dengan ritme abnormal, bisa berupa detak jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat. Salah satu jenis aritmia yang muncul karena proses penuaan sel adalah aritmia bradikardi.

Aritmia bradikardi adalah kondisi kelainan irama jantung yang berdetak terlalu lambat. Jika detak jantung normal berada di kisaran 60-100 detak per menit, penderita aritmia bradikardi bisa memiliki irama kurang dari 60 detak per menit, bahkan kurang dari 50 detak.

Penyebab aritmia bradikardi sebagian besar karena faktor penuaan. Terjadi perubahan (gangguan) pada pembentukan hantaran listrik jantung. Hantaran listrik yang terganggu bisa menghentikan kerja jantung untuk beberapa saat. Hal itu membuat pasokan oksigen ke otak jadi terhambat.

Oleh karena itulah, salah satu gejala aritmia bradikardi adalah rasa pusing, pandangan tiba-tiba gelap, bahkan bisa hilang kesadaran (pingsan). Berbeda dengan jenis sakit kepala lain, pusing pada penderita penyakit ini cukup khas, yakni kepala dengan efek seperti melayartg (oleng).

Dengan gejala seperti pusing melayang, mudah lelah, dan bahkan kerap pingsan, diagnosis penyakit aritmia bradikardi menjadi sulit ditegakkan. Itu karena gejala-gejala tersebut serupa dengan jenis penyakit lain seperti vertigo atau epilepsi.

Untuk itu jika timbul gejala tersebut dan jika didiagnosis vertigo disarankan sebaiknya melakukan pemeriksaan ulang. Jangan hanya dilihat dari gejalanya,tetapi minta kepada dokter untuk mengecek jantung juga.

Dokter ahli aritmia di Indonesia belum banyak. Baru sekitar 30 orang yang khusus mempelajari aritmia dari jumlah dokter spesialis jantung, Oleh karena itu, ada kemungkinan aritmia menjadi lengah saat pemeriksaan.

Pemeriksaan rekam jantung yang umum adalah EKG (elektrokardiogram), yakni perekaman listrik jantung sesaat. Ketika masalah jantung aritmia tidak kambuh, gambaran EKG normal. Aritmia bradikardi bisa terjadi kapan saja. Bisa saja ketika direkam EKG sedang tidak muncul; jadi pemeriksaannya menjadi kurang akurat.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi bisa melakukan pemeriksaan dengan metode elektrofisiologi. Teknik ini berupaya melakukan mapping dengan alat perekam. Bisa juga menggunakan pemeriksaan hotter, yaitu pemeriksaan kelistrikan jantung dimonitor dalam jangka waktu tertentu, misalnya 24 jam. Jadi, selama itu bisa direkam irama jantungnva apakah mengalami kelainan atau tidak.




Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.