Selamat datang di mediapangandaran.com
Memanfaatkan Grafologi untuk Berbisnis, Tidak Sulit Kok!
Memanfaatkan Grafologi untuk Berbisnis, Tidak Sulit Kok!

Memanfaatkan Grafologi untuk Berbisnis, Tidak Sulit Kok!

MediaPangandaran.com - Selama ini, kita mengenal grafologi sebagai ilmu analisis tulisan tangan. Ilmu grafologi sering kali digunakan untuk mengetahui kepribadian dan karakter seseorang, pikiran bawah sadar, intelektualitas, emosional, kesehatan, bahkan hingga aspek seksualitas. Namun, bagaimana jika grafologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan finansial alias berbisnis?

Dalam berbisnis, grafologi misalnya, bisa dimanfaatkan ketika ingin memilih klien yang akan diajak bekerja sama, bagaimana pola pikir seseorang terhadap pengaturan aspek finansial, menghindari penipuan, hingga memilih dan memetakan karyawan atau anggota tim yang tepat.

Dengan membaca tulisan tangannya, kita bisa melihat bagaimana karakter seseorang, kepribadiannya, perilakunya, hingga adakah faktor yang harus diwaspadai dari orang tersebut, seperti depresi hingga memunculkan ciri suicidal (keinginan bunuh diri) maupun kepribadian ganda.

Tulisan tangan - sama seperti manusia itu sendiri - adalah hal yang unik. Meskipun ketika bersekolah diajarkan untuk menulis huruf dalam bentuk yang sama, namun dengan sendirinya, tulisan tangan setiap orang berbeda satu sama lain.

Ketika menulis, tangan kita hanya berfungsi sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan yang lahir dari goresan, berasal dari pikiran bawah sadar. Ilmu grafologi percaya bahwa gerakan otot syaraf yang dipakai saat menulis dipengaruhi oleh kepribadian. Itu sebabnya, tulisan tangan disebutkan bisa mengungkap ratusan elemen kepribadian serta karakter penulisnya.

Kenapa grafologi? Karena mudah diaplikasikan. Akurasinya juga tinggi, di atas 85%. Hasil analisis juga bisa cepat didapat, begitu melakukan pengamatan tulisan tangan. Setidaknya ada tiga aspek yang dibahas grafologi, yaitu mental, spiritual, dan finansial.

Dalam grafologi, yang diperhatikan adalah goresan tangan. Jadi, meskipun ada seseorang yang berusaha meniru tulisan orang lain, perbedaannya tetap terlihat. Ketika meniru tulisan orang lain, karakter asli mereka tetap terbawa ke tulisannya, dan itu tentu tidak sama dengan karakter orang yang ditirunya. Jadi, tak ada tulisan tangan yang benar benar identik.

Selalu ada orang yang menganggap bahwa ilmu ini tidak ilmiah. Padahal, pada 1930 para peneliti di Harvard University sudah membuktikan bahwa tulisan tangan adalah ukuran yang signifikan dan akurat mengenai kepribadian penulisnya. Ada juga yang menganggap bahwa grafologi adalah ramalan, padahal jauh berbeda.

Setelah mengenali diri sendiri lewat grafologi, seseorang jadi mengetahui apa dan bagaimana kelemahan dan kelebihan yang dimiliki. Dalam hubungannya dengan aspek finansial atau bisnis, bisa dilakukan lagi upaya untuk mendapatkan karakteristik yang di butuhkan.

Ketika menulis, ada sinaps (sel-sel persimpangan) yang mengaktifkan sel saraf, lalu masuk ke mindset, dan mindset ini mengubah perilaku kita. Ketika perilaku berubah, nasib juga bisa berubah.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.