Selamat datang di mediapangandaran.com
Kemensos RI Dorong Pangandaran Sebagai Daerah Siaga Bencana
Kemensos RI Dorong Pangandaran Sebagai Daerah Siaga Bencana

Kemensos RI Dorong Pangandaran Sebagai Daerah Siaga Bencana

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat saat berfoto bersama Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Anggota KSB

Sidamulih, Mediapangandaran.com - Karena letak geografis dan indek resiko bencana yang sangat tinggi, Kementerian Sosial Republik Indonesia mendorong Kabupaten Pangandaran menjadi Daerah siaga bencana.

"Kabupaten Pangandaran indeks bencanaya masuk di urutan 16 di Nasional dan ke 5 di Provinsi Jawa Barat," ungkap Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat diwawancarai wartawan Selasa (31/7/2018).

Kampung siaga bencana menurut Jeje pertamakali dibentuk di Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih. Alasannya, letak geografis Desa Kalijati kata ia sangat rawan sekali bencana, karena banyaknya tebing yang bisa mengakibatkan longsor.

Ditahun 2019, Jeje menargetkan Kabupaten Pangandaran sudah menjadi daerah yang siaga bencana karena banyaknya potensi bencana yang bisa timbul kapan saja.

"Nanti bukan hanya di Kalijati saja, kampung siaga bencana akan tersebar dibeberapa titik rawan bencana di Kabupaten Pangandaran," ungkapnya.

Lebih lanjut Jeje memaparkan potensi bencana yang sering muncul di Pangandaran seperti gelombang tinggi, banjir, gempa bumi, longsor, bahkan tsunami.

Diakhir wawancara, Jeje menghimbau supaya Masyarakat sadar terhadap lingkungan dan tidak mengeksploitasi alam.

"Kalau hutan gundul kan nanti rawan longsor, banjir juga dengan akan sangan mudah ketika musim hujan tiba,". Tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosil Kementerian Sosial Republik Indonesia Harry Hikmat menegaskan.

Menyeluruhnya Kampung Siaga Bencana (KSB) ucap Harry tergantung pada komitmen dan political wil Pemerintah Daerah.

"Ya saya harap sih KSB ini bisa menyeluruh di Pangandaran, nanti kan kalau tiba tiba ada bencana sudah tidak panik lagi,". Pungkasnya.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Wartawan at Media Pangandaran.