Selamat datang di mediapangandaran.com
Direktur Aswaja Center Pangandaran : Literasi Kitab Kuning Bentengi Radikalisme
Direktur Aswaja Center Pangandaran : Literasi Kitab Kuning Bentengi Radikalisme

Direktur Aswaja Center Pangandaran : Literasi Kitab Kuning Bentengi Radikalisme

Rd Hilal Faridz Turmudzi, saat berfoto bersama Kyai Muda Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu

Direktur Aswaja Center Pangandaran : Literasi Kitab Kuning Bentengi Radikalisme
Padaherang, MediaPangandaran.com - Meskipun di Pondok Pesantren kajian kitab kuning terus digalakan dan ada dalam kurikulum, Referensi kitab kuning yang membahas Islam berkebangsaan di Pondok pesantren dirasa masih kurang.

Pasalnya, menurut Direktur Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Center Kabupaten Pangandaran Rd H Hilal Faridz Turmudzi kepada Wartawan menjelaskan Senin (30/7)

Hingga saat ini, kata Hilal tidak sedikit para santri terjerumus kepada gerakan-gerakan radikalisme pasca lulus dari pesantren.

"Penyebabnya, ya karena mereka kurang referensi saat ngaji. Jadi begitu terjun di masyarakat dan salah gaul, mereka jadi salah kaprah," ungkap Kyai muda yang lahir di kompleks Mesjid agung Cijulang.

Kitab kitab karangan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kyai H Hasyim Asyari ucap Hilal menjadi kitab rujukan untuk memahami Islam Berkebangsaan.

"Masih banyak lagi sih kitab rujukan yang lainnya, hanya sementara kita pakai kitab-kitab karangan mbah Hasyim dulu," tegasnya.

Tidak hanya dikalangan santri, Pemahaman tentang Islam berkebangsaan kata Hilal juga harus difahami semua lini tanpa terkecuali.

Tujuannya kata ia Supaya tidak mudah terpengaruhi oleh faham-faham radikal yang mengkafirkan sesama muslim.

Lebih lanjut Hilal mengaku mendapatkan mandat dari Kementerian Pendidikan melalui Aswaja Center Pusat untuk mengisi materi kitab kuning di Kampus-Kampus yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Ya kan gerakan literasi kitab kuning ini salah satu upaya yang dirasa efektif untuk menangkal faham faham radikalisme dikalangan mahasiswa," paparnya.

Kedepannya tukas Hilal, Dirinya juga sedang mengadvokasi supaya kajian kitab kitab kuning bisa masuk ke semua sudut Pendidikan.

"Islam Berkebangsaan kalau difahami dari sejak dini kan lebih bagus, minimalnya para peserta didik nantinya bijak terhadap ideologi-ideologi yang diterimanya," pungkasnya.
Advertisement

Baca juga: