Waspadai Tuberkulosis pada Anak, Inilah Upaya Pencegahannya!
Waspadai Tuberkulosis pada Anak, Inilah Upaya Pencegahannya!

Waspadai Tuberkulosis pada Anak, Inilah Upaya Pencegahannya!

TB atau tuberkulosis pada anak harus diwaspadai sejak dini. Inilah upaya pencegahan TB pada anak!

Waspadai Tuberkulosis pada Anak, Inilah Upaya Pencegahannya!
MediaPangandaran.com - Kasus TB di Indonesia masih perlu mendapat perhatian. Tahun 2016, Indonesia masih menempati posisi kedua dunia setelah India sebagai negara dengan jumlah  kasus TB terbanyak. Penyakit yang disebabkan bakteri tuberkulosis ini ditularkan melalui udara, termasuk saat bercakap-cakap, bersin, atau batuk. Seorang penderita TB dapat menularkan penyakitnya sebesar 60-70% pada orang-orang di sekitarnya. Lebih dari satu juta orang Indonesia mengidap TB dan sepersepuluh dari jumlah tersebut adalah penderita TB anak.

Yang kemudian harus diwaspadai adalah penularan TB dari penderita dewasa ke anak yang tinggal di sekitar penderita tersebut. Penemuan TB pada anak dimulai dari pencarian penderita TB secara aktif pada anak yang kontak dengan penderita TB dewasa. Dengan demikian, jika ada orang di sekitar anak yang menderita TB, sebaiknya sudah harus menjadi alarm bagi orangtua agar mewaspadai penularannya pada anak sehingga segera membawa putra putrinya ke sarana kesehatan untuk diperiksakan.

Agar lebih spesifik, beberapa ciri khusus pada anak yang terpapar TB. Antara lain berat badan yang tidak naik/turun dalam 2 bulan terakhir, panas badan lebih kurang 2 minggu, batuk tidak kunjung sembuh lebih kurang 2 minggu, serta anak tidak lincah dan cenderung tampak lesu. Keringat malam pada anak bukan gejala khas TB, tidak seperti pada orang dewasa. Gejala lain dapat ditemukan pembesaran kelenjar pada leher.

Untuk menangani TB perlu dicermati pula jenisnya, yaitu TB paru dan TB ekstra paru seperti pada otak, tulang, dan selaput paru. Bakteri TB dalam tubuh dapat menyebar melalui kelenjar getah bening atau pembuluh darah sehingga bisa ditemukan di organ lain di luar paru.

Timbulnya penyakit TB berhubungan juga dengan pertahanan tubuh. Bakteri TB tersebut dapat dihancurkan oleh sel imun tubuh. Akan tetapi, bila kuman TB terus-menerus rnasuk ke tubuh atau sistem pertahanan tubuh atau imun anak tidak baik atau rendah, bakteri dapat bertahan hidup dan menimbulkan penyakit.

Oleh karena itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi timbulnya penyakit TB pada anak, antara lain kontak dengan penderita TB (+)/bakteri than asam (+) pada dahak, faktor daya tahan tubuh yang buruk, serta intensitas tinggi pertemuan dengan pasien TB.

Tuberkulosis dapat disembuhkan jika ditemukan sejak dini dan segera ditangani. Adapun yang sulit disembuhkan pada kasus TB berat seperti TB otak karena sering terdapat komplikasi dan biasa timbul gejala sisa. Namun, kejadian TB berat biasanya terjadi pada pasien immunodeficiency.

Upaya Pencegahan TB Anak
Orangtua dan keluarga dapat mencegah anak agar tidak tertular bakteri TB. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain dengan imunisasi BCG. Pemberian imunisasi dilakukan pada bayi untuk mencegah anak tertular bakteri TB. Lalu, melacak orang-orang di sekitar anak. Jika ada pasien TB, harus waspada dan jika muncul gejala yang mengarah pada TB, segera temui dokter dan sarana kesehatan.

Bagi anak di bawah lima tahun yang kontak dengan penderita BTA (+) tetapi tidak menderita TB/tidak bergejala, diberikan pengobatan pencegahan terhadap TB dengan pemberian isoniazid selama enam bulan.

Jangan lupa ajarkan etiket batuk pada anak seperti menutup mulut dan menggunakan masker. Tidak lupa pemberian makanan bergizi sebagai cara menjaga daya tahan tubuh anak tetap fit. Selain itu, memperhatikan kondisi ventilasi tempat tinggal. Rumah dengan banyak sinar matahari cenderung terbebas dari bakteri TB karena jenis kuman tersebut dapat mati bila terkena sinar matahari.

Tips terpenting lainnya adalah kewaspadaan dan kesigapan orangtua terhadap TB yang bisa menyerang anak-anak. Jika ada pasien TB dewasa, segera lacak apakah mengenai anak-anak atau tidak. Jika positif, periksakan dan berobat secara teratur. Untuk pengobatan TB sudah diadakan secara gratis oleh pemerintah.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.