Kiat Pintar Wanita Jalani Peran Ganda
Kiat Pintar Wanita Jalani Peran Ganda

Kiat Pintar Wanita Jalani Peran Ganda

Tips untuk wanita yang menjalani peran ganda, sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier.

Kiat Pintar Wanita Jalani Peran Ganda
MediaPangandaran.com - Banyak wanita memilih bekerja bukan saja karena demi memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi faktor kepuasan, aktualisasi diri dan memaknai nilai kehidupan. Karena alasan itulah, tidak sedikit wanita yang sudah menikah dan memiliki anak tetap memilih untuk bekerja. Hingga akhirnya seorang ibu memiliki peran ganda di dalam kehidupannya. Apa saja kiatnya?

Seiring berkembangnya teknologi informasi dan perkembangan zaman, perempuan bekerja atau memiliki jabatan tertentu di suatu perusahaan memang tak asing lagi. Di era modernisasi, sesungguhnya perempuan berhak memilih untuk bekerja, membangun rumah tangga ataupun berkarier. Semua kembali pada diri individu atau pilihan hidup masing-masing. Terlepas dari semua itu, menariknya ada beberapa perusahaan yang justru memilih untuk pekerja perempuan dibandingkan laki-laki karena berbagai alasan tertentu.

Berdasarkan penelitian BMI Research, satu dari lima ibu di Indonesia menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk bekerja. Pastinya kondisi seperti ini membuat ibu memiliki peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah tangga. Peran ganda seorang ibu terjadi dikarenakan dua alasan yaitu kebutuhan sosial-relasional dan alasan finansial.

Tidak ada yang salah jika seorang ibu memilih untuk bekerja dan berkarya. Namun, konsekuensi dari kondisi yang dipilih mengharuskan ibu untuk lebih tanggap, cermat dan cerdas dalam membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Time management atau pengelolaan waktu yang tepat menjadi poin penting di dalam peran ganda ibu. Pasalnya, ibu yang sudah memiliki anak harus memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap tahap-tahap perkembangan anak. Keluarga memiliki peran besar terhadap pertumbuhan anak dan kebersamaan merupakan hal penting yang tak boleh dilupakan. Kebersamaan anak dan keluarga akan membentuk rasa aman dan nyaman pada anak ketika berada di dalam keluarga.

Selain memperhatikan perkembangan anak, memiliki waktu berdua bersama suami tetap menjadi prioritas. Jangan berpikir waktu berdua bersama suami hanya dihabiskan di atas ranjang saja atau terlelap di malam hari. Tetapi, ada waktu khusus yang seharusnya dihabiskan berdua untuk berkomunikasi dan bertukar pendapat mulai dari obrolan santai hingga serius. Dengan demikian, kebersamaan seluruh anggota keluarga tetap menjadi nomor satu agar ikatan fisik dan emosi keluarga tetap tercipta. Jangan biarkan keretakan rumah tangga terpicu karena kurangnya kebersamaan antara anggota keluarga, khususnya suami istri.

Kedisiplinan dan kemampuan seorang ibu membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan menjadi urutan kedua setelah time management yang harus dimiliki dengan baik. Jika ibu sudah memiliki prioritas atau kepentingan yang sudah ditentukan dan disepakati bersama, hendaknya jangan lari dari kesepakatan tersebut. Tetap disiplin dan bertanggung jawab atas pilihan dan kesepakatan yang sudah dibuat.

Contohnya, Fitri adalah seorang ibu dengan dua orang anak. Ia bekerja dari hari Senin sampai Jumat. Sedangkan Suaminya bekerja dari hari Selasa hingga Sabtu. Tiba-tiba, sang suami yang bernama Deni mendapatkan libur di hari Selasa dan memutuskan untuk menjemput anak di sekolah dan menemani belajar.

Sesuai dengan kesepakatan dan tanggung jawab bersama, di hari Selasa sampai Jumat sehabis bekerja Fitri tetap menemani anak-anaknya belajar di malam hari. Tetapi, karena Fitri melihat Deni mendapatkan libur di hari Selasa, ia memutuskan untuk pulang lebih larut dan menghabiskan waktu bersama teman-teman untuk minum kopi. Padahal sudah disepakati bila tidak ada urusan kantor atau relasi sosial yang sangat penting, masing-masing diharapkan segera pulang ke rumah dan menemani anak di waktu malam.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan, sebagai perempuan yang bekerja dan memiliki keluarga, Fitri lari dari prioritas dan kesepakatan bersama. Kondisi ini yang dapat memicu terjadinya konflik suami istri ketika masing-masing dari mereka keluar dari tanggung jawab atau keras kepala terhadap kepentingan masing-masing. Perlu diketahui, kesepakatan yang dibuat merupakan hasil dari dua pemikiran antara suami dan istri. Di dalam kesepakatan tersebut sudah terjalin komunikasi dua arah berdasarkan kepentingan bersama. Jika memang ada hal-hal di luar kesepakatan, tetapi sangat penting untuk dilewati sebaiknya tetap dikomunikasikan untuk menghindari konflik atau perpecahan.

Di dalam peran ganda seorang ibu, diharapkan ibu memiliki kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental di sini bermanfaat untuk mengelola pikiran, emosi dan waktu. Karena semuanya akan saling berhubungan satu sama lain untuk menciptakan sebuah performa yang baik. Sedangkan sisi positif yang dapat dijadikan pembelajaran bagi seorang anak ketika ibunya bekerja adalah anak belajar mandiri, bertanggung jawab dan menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.