Selamat datang di mediapangandaran.com
Ketika Kakak Menyusu Kembali, Apa yang Harus Dilakukan?
Ketika Kakak Menyusu Kembali, Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika Kakak Menyusu Kembali, Apa yang Harus Dilakukan?

Tips mengatasi anak yang menyusu kembali saat memiliki adik.

Ketika Kakak Menyusu Kembali, Apa yang Harus Dilakukan?
MediaPangandaran.com - Nyonya Dewi tengah kebingungan melihat tingkah anak sulungnya, Kinan (2,5 tahun) yang kembali menyusui setelah satu tahun disapih. Sejak berusia 1,5 tahun, Kinan memang sudah disapih ASI karena Nyonya Dewi kembali hamil anak kedua. Setelah anak keduanya Kian berusia 1 tahun, justru Kinan malah kembali menyusu.

Peristiwa menyusui dua anak seperti ini lazim disebut dengan tandem nursing. Menyusui dua anak, adik, dan kakak bersamaan bukanlah hal yang aneh. Hal itu malah lebih sering terjadi segera setelah si adik lahir dan kakak sudah berhenti menyusu ASI. Intinya hampir sama dengan menyusui dua anak kembar.

Hal tersebut masih dalam batas kewajaran. Umumnya, hal itu terjadi karena kakak merasa kurang mendapat perhatian atau kasih sayang dibandingkan dengan adiknya yang selalu menyusu dan semua urusannya dilakukan ibu. Bisa jadi, kakak menjadi ingin menyusu bersamaan dengan adiknya atau malah lebih sering dari frekuensi adiknya menyusu. Oleh karena itu, memang tidak masalah jika terjadi kasus si kakak menyusu kembali setelah disapih.

Bagi ibu juga tidak usah khawatir ASI akan berkurang karena produksi ASI sangat bergantung pada pengisapan dan pengeluaran, asalkan ibu minum yang cukup (lebih dari 2 liter sehari). Ibu akan merasakan payudara lebih sering kencang karena produksi ASI akan lebih cepat.

Akan tetapi, jika aktivitas itu dirasa kurang nyaman bagi ibu dan adik; ibu bisa membantu kakak agar berhenti menyusu lagi. Bisa dengan cara memberikan perhatian lebih pada saat adiknya tidur, membiasakan sang kakak berbagi dengan orang lain, meminta perhatian untuk kakak dari anggota keluarga lain (ayah, nenek, tante, dan lainnya).

Kakak bisa juga dipuji dan diberi tahu bahwa dia sudah pandai minum sendiri, sedangkan adik masih belum dapat melakukannya sehingga masih harus dibantu. Libatkan kakak dalam kegiatan mengurus adiknya, seperti mengganti diapers, membawakan bedak, dan ikut memandikan agar kakak dapat mengerti mengapa ibu masih harus menyusui dan memperhatikan adik lebih daripada kakaknya. Bujuk agar memilih sendiri gelas dan susu yang diinginkan kakaknya karena 2,5 tahun umumnya sudah boleh minum susu kotak yang tersedia khusus untuk anak-anak.

Pada intinya, ibu tidak perlu memaksa kakak agar berhenti menyusu. Biasanya, sang kakak akan berhenti sendiri dari kegiatan menyusu kembali dan malu menyusu jika diketahui orang lain. Akan tetapi, jika kiat tersebut belum juga berhasil membuat si kakak berhenti menyusu, tandem nursing memiliki banyak keuntungan lain. Sang kakak masih dapat menerima asupan ASI dan tentu mendapatkan manfaat ASI. Tandem nursing turut membantu menguran-gi rasa iri kakak terhadap adiknya. Selain itu, kakak dapat membantu memecahkan masalah menyusui seperti engorgement (payudara penuh) atau penyumbatan saluran ASI juga kedekatan batiniah yang timbul dari pemberian ASI.

Akan tetapi, tandem nursing juga memiliki tantangan tersendiri. Lantaran menyusui lebih dari satu bayi sehingga ibu akan mengalami lebih mudah lapar dan haus. Menyusui lebih dari satu bayi pun relatif meletihkan. Letak duduk mesti menopang dua bayi dengan letak tidur si ibu terbebani kakak yang bergantungan pada badan ibu.

Seperti dikutip dari situs aimi-asi.org, untuk membantu kenyamanan ibu dan dua anaknya saat tandem nursing, menerapkan batasan juga perlu dilakukan. Misalnya, menjelaskan kepada kakak be-berapa batasan saat meminta menyusu, seperti hanya boleh menyusu di kamar tidur dan tidak boleh meminta ASI di luar rumah.

Laman aimi-asi.org juga bersepakat bahwa tidak ada batasan usia seorang anak harus disapih dari ASI. Selama masih menginginkan dan produksinya masih ada, ASI masih dapat terus dibe-rikan. Saat anak memutuskan untuk menolak ASI, itulah waktu yang tepat (menurut anak) untuk berhenti menyusu dan sekaligus anak sudah belajar mengambil keputusan sendiri.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.