Selamat datang di mediapangandaran.com
 Cara Memahami Kemampuan Berbicara pada Anak
 Cara Memahami Kemampuan Berbicara pada Anak

Cara Memahami Kemampuan Berbicara pada Anak

Tips memahami kemampuan berbicara pada anak sejak dini.

 Cara Memahami Kemampuan Berbicara pada Anak
MediaPangandaran.com - Berbicara merupakan sarana berkomunikasi. Untuk berkomunikasi dengan orang lain, semua individu harus dapat menguasai dua fungsi yang berbeda, yaitu kemampuan menangkap maksud yang akan dikomunikasikan dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara memahami kemampuan berbicara pada anak?

Dalam setiap tahapan usia, anak-anak akan lebih mengerti apa yang dikatakan orang lain daripada mengutarakan pikiran dan perasaannya dalam kata-kata. Untuk itu, dalam mengasuh dan mengajak bayi berbicara harus ekspresif lantaran hal tersebut akan membantu bayi untuk mengerti apa yang dikatakan kepadanya. Sampai dengan bayi berusia 18 bulan, kata-kata harus diperkuat dengan isyarat seperti menunjuk benda.

Pada usia dua tahun, menurut Tes Inteligensi Skala Terman-Merrill, rata-rata bayi harus cukup dapat mengerti dan bereaksi terhadap 2 dari 6 perintah sederhana seperti "berikan kucing itu pada saya" dan "masukkan sendok ke dalam cangkir". Akan tetapi, besarnya pengertian bergantung sebagian pada kemampuan intelektual bayi dan sebagian pada rangsangan dan dorongan orang lain agar bayi berusaha mengerti apa yang mereka katakan.

Bayi sebenarnya mengetahui dan mengerti lebih banyak kata daripada apa yang mereka ucapkan. Jadi, pengertian berkembang lebih dini dan lebih cepat dibandingkan dengan yang dihasilkan. Bayi sering menanggapi pertanyaan dan perintah dengan isyarat dengan gerak dan perbuatan sebelum mereka mengemukakan dengan kata-kata (Huttenlocker, 1974).

Menurut suatu penelitian, anak rata-rata mengerti 50 kata sebelum ia sanggup menghasilkan 10 kata. Dalam periode dini, perbendaharaan kata yang dapat dimengerti lima kali lebih besar dari perbendaharaan kata yang diucapkan. Sementara itu, untuk mengetahui apakah anak kita mengalami keterlambatan bicara atau tidak, sebaiknya kita harus memeriksakannya ke bagian tumbuh kembang anak di klinik atau rumah sakit. Anak akan diperiksa, apakah kemampuan anak dalam berbicara sesuai dengan kematangan usianya atau tidak.

Namun, ada sedikit patokan yang dapat ibu pahami sebagai berikut. Anak usia 24 bulan sudah mampu mengucapkan kosa kata 50-300 kata, walaupun tidak semua digunakan secara teliti; ocehan menghilang; banyak kalimat yang terdiri atas dua kata atau lebih panjang; tata bahasa belum benar; anak memahami secara sangat sederhana bahasa yang dibutuhkannya.

Selain itu, beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengajar berbicara pada bayi (tujuannya mendorong perkembangan komunikasi verbal).
  • Pada tahap awal, "pelajaran berbicara" dengan cara mendengarkan. Jadi, biarkan bayi mendengarkan apa saja yang kita katakan. Inilah langkah awal untuk memberi pemahaman. 
  • Saat mengajak bayi bicara, beri banyak rangsangan pada semua pancaindranya. Misalnya, dengan mengelus atau menyentuhnya.
  • Bayi sangat senang menirukan suara. Dengan mengajaknya banyak bicara, ia akan lebih banyak mengenal kata. Semua itu akan sangat membantu perkembangan bicaranya.
  • Bayi juga senang bila kita menirukan apa yang ia katakan. Pelajaran menirukan ini akan menjadi dasar bagi bayi untuk menirukan bahasa kita kelak.
  • Selalu gunakan bahasa yang benar, tidak cadel. Ingat, bayi sangat senang meniru. Dengan mengajarkan bahasa dengan benar, suatu hari kita tidak akan terlalu repot melakukan "pembetulan" kata-kata yang digunakan si kecil.
Dengan memahami bagaimana perkembangan berbicara pada bayi, semoga akan lebih memudahkan untuk mengerti dan memahami kondisi putra-putri Anda.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.