Selamat datang di mediapangandaran.com
Waspada, Usus Kotor Bisa Sebabkan Diabetes
Waspada, Usus Kotor Bisa Sebabkan Diabetes

Waspada, Usus Kotor Bisa Sebabkan Diabetes

Jagalah kebersihan usus agar terhindar dari diabetes (kencing manis).

Waspada, Usus Kotor Bisa Sebabkan Diabetes
MediaPangandaran.com - Kunci utama seseorang dikatakan sehat, bila kondisi ususnya bersih. Jika usus seseorang itu kotor, berarti sisa dari pencernaan, yakni kotoran tak dapat terbuang dan mengendap di usus, kemudian diserap kembali oleh tubuh, sehingga menjadi radikal bebas di dalam tubuh, hingga akhirnya dapat merusak seluruh organ tubuh, salah satunya pankreas, yang dapat menyebabkan diabetes.

Saat ini makanan yang berbahan tepung terigu, seperti gorengan, mi, dan sejenisnya lebih digemari oleh masyarakat. Mereka tak menyadari, di dalam tepung terigu terkandung gluten, yang sulit sekali dicerna oleh sistem pencernaan tubuh,

Makanan-makanan yang tidak mudah terbuang akan mengendap di usus, sisa dari pencernaan itu berpotensi diserap kembali oleh tubuh. Hingga akhirnya menjadi radikal bebas yang melayang di dalam tubuh dan akan merusak seluruh organ tubuh, salah satunya pankreas.
.
Jika pankreas rusak, maka dapat mengganggu kadar gula darah, sehingga menyebabkan diabetes. Berdasarkan data, 85% penduduk dunia menuju ke diabetes mellitus yang bukan disebabkan oleh faktor keturunan. Ini berarti semua orang tanpa kecuali, berpeluang besar untuk terkena diabetes.

Sudah banyak kita ketahui, diabetes dapat menyebabkan komplikasi, mulai dari ujung rambut hingga kaki bagi penderitanya. Misalnya, jika diabetes menyerang otak, maka yang terjadi adalah stroke. Kemudian ketika menyerang mata, penderitannya akan mengalami retinopati diabetik yang dapat menyebabkan kebutaan. Lalu kalau penyakit gula ini mengenai jantung, maka akan menyebabkan jantung koroner. Jika mengenai ginjal, dapat menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus melakukan cuci darah. Bila menyerang alat kelamin, yang terjadi adalah disfungsi seksual, dan jika mengenai kaki, maka mengakibatkan gangren (luka di kaki akibat diabetes), sehingga kemungkinan akan diamputasi.

Berdasarkan data, 80% masyarakat Indonesia jauh dari kesehatan, dan 20% masyarakat menengah atas jatuh miskin akibat sakit kritis. Karena masyarakat Indonesia belum mau memperbaiki organ tubuhnya, jika ia belum merasakan sakit. Padahal organ tubuh seperti usus, liver, ginjal, mempunyai batasan tertentu, sehingga perlu dilakukan perawatan layaknya mesin.

Harga organ tubuh ini miliaran, tidak bisa dibeli dengan uang. Liver saja Rp 10 miliar dan masih waiting list di China. Maka dari itu perlu dilakukan perawatan. Jangan hanya mobil saja yang dirawat, dipilihkan bengkel yang tidak sembarangan, tapi kalau untuk diri sendiri cari yang murah-murah, padahal organ ini adalah amanah dari Tuhan yang nantinya kita akan di mintai pertanggungjawabannya.

Berdasarkan penelitian, dari 100 orang, hanya 6% orang yang ususnya bersih. Dan pada orang sehat saja ada 2-6 kg sampah di ususnya. Karena itu orang-orang yang memiliki perut buncit atau gemuk perlu mewaspadai, karena di dalamnya berisi sampah.

Jika seseorang mengalami keluhan-keluhan seperti linu-linu, gampang pegal, migren, bisa jadi itu disebabkan oleh ususnya kotor. Supaya usus kita bersih, maka resep-resep makanan nenek moyang harus digalakkan kembali. Di antaranya dengan mengonsumsi makanan-makanan yang dikenal dengan sebutan polo pendem, seperti ketela pohon, ubi dan sejenisnya yang cara pengolahannya direbus.

Selain itu, hindari mengonsumsi minuman yang mengandung soda karena minuman tersebut sangat jahat. Buktinya jika soda itu dituangkan pada karat, karatnya akan langsung bersih. Bagaimana jika itu masuk ke tubuh kita?

Kemudian lakukan manajemen stres. Setiap hari kita tidak dapat menghindari stressor yang ada di sekitar kita, salah satu hal kecil yang menyebabkan stres adalah kemacetan lalu lintas. Kita boleh stres, namun jangan terlalu lama, karena stres itu akan menekan pembuluh darah. Pada pembuluh darah, di pinggir-pinggirnya itu ada saraf. Begitu kita marah, senang, sedih itu langsung akan menekan pembuluh darah. Kalau pembuluh darahnya lancar, tidak masalah, tapi kalau pembuuh darahnya sudah banyak plak, bisa langsung terkena stroke.

Lalu rajin olahraga. Setiap hari sisakan waktu untuk berolahraga sekitar 30 menit. Adapun olahraga ringan yang dapat dilakukan yaitu jogging dan jalan kaki.

Di samping itu, tak kalah pentingnya lakukan medical check-up secara rutin. Jangan takut bila ketahuan penyakitnya. Alangkah baiknya dilakukan sedini mungkin, semakin muda malah semakin bagus. Meski nantinya ketahuan penyakitnya, namun terapi dapat dilakukan sedini mungkin pula, sehingga hasil penyembuhannya pun akan baik.

Yang penting cek darah, kolesterol, dan asam urat itu rutin. Kalau gula darah puasa upayakan di bawah 100 jangan lebih dari 100. Jika gula darah puasa lebih dari 100, maka dia sudah terkena diabetes walaupun kecil, tapi sudah ada. Kalau tekanan darah, normalnya 120/80. Bila lebih dari 120, berarti ada sesuatu, bisa ginjalnya atau ada penyumbatan pembuluh darah.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.