Selamat datang di mediapangandaran.com
Rahasia, Ngomong Apa Nggak Ya?
Rahasia, Ngomong Apa Nggak Ya?

Rahasia, Ngomong Apa Nggak Ya?

Sebuah rahasia sebaiknya diomongin atau dirahasiakan? Simak tipsnya!

Rahasia, Ngomong Apa Nggak Ya?
MediaPangandaran.com - Nggak ada situasi yang lebih dilematis selain ketika kamu mengetahui sesuatu tapi nggak bisa mengatakannya dengan alasan tertentu. Sekalipun rahasia ini sifatnya pribadi banget tapi pada saat yang sama lidah ini nggak bisa diajak kompromi. Hasrat mau ngomong sudah terlalu besar, tapi lagi-lagi hati kecil kita rasanya tak kunjung mengizinkan. Gimana dong?

Situasi yang serba salah ini kadang sering kita alami. Bingung, mau menyampaikannya atau tetap merahasiakannya. Kita takut kalau diomongin dampak negatifhya terlalu besar. Bisa-bisa bikin ribut orang atau disangka memfitnah. Tapi kalau nggak diomongin orang yang bersangkutan malah balik nyalahin kita karena nggak ngasih tau. Kalau kamu dihadapkan pada situasi seperti ini, nggak perlu perang batin terlalu lama, coba deh untuk melakukan tiga langkah berikut. Dijamin kamu bisa mengambil keputusan yang paling tepat. Dan, ingat lho, ikuti kata hati sebab ia nggak pernah berbohong.

Seberapa penting
Sebelum terlalu jauh, lebih baik dianalisa lagi deh, seberapa penting sih masalah tersebut, seberapa besar pengaruhnya kalau kamu ungkapkan. Kalau itu menyangkut msalah-masalah yang sifatnya prinsipil, memang ada baiknya dikasih tau sama orang yang bersangkutan. Misalnya si A sering banget baca buku harian si B. Semua orang juga tau kalau yang namanya buku harian itu: terlarang banget buat diketahui oleh siapapun juga. Apalagi dia termasuk orang yang agak selebor.

Nah, untuk situasi seperti ini kayaknya nggak ada salahnya kalau kamu ngomong ke yang bersangkutan. Biar dia lebih hati-hati nggak asal meletakkan barang pribadi di sembarang tempat. Penting nggaknya sebuah masalah bisa diiihat dari akibat yang bakal ditimbulkan apakah bisa membahayakan teman, orang banyak atau nggak. Bukan cuma itu, kalau kamu mengungkapkan kelakuan yang nggak etis tersebut, itu artinya kamu telah mencegah akibat yang lebih buruk lagi. Tapi kalau cuma masalah sepele sih, lebih baik nggak usah ngomong ketimbang malah tambah runyam. So, pintar-pintar kamu menilai seberapa penting masalah tersebut, apakah sangat prinsipil atau tidak. Setelah itu;

Yakinkan diri
Inilah saatnya menentukan pilihan. Dan kalau keputusan itu sudah diambil, nggak ada salahnya kan sekali lagi meyakinkan diri sendiri, caranya dengan mantapkan kembali keputusan tersebut dengan argumentasi yang kuat juga dengan alasan yang realistis dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu yang pertama harus kamu lakukan adalah buang rasa bersalah. Sebab biar gimanapun ketika kamu membuka rahasia itu ketika itu pula nggak sedikit kekecewaan yang ditimbulkan karenanya, paling tidak kamu telah mengusik ketenangan seseorang. Perasaan bersalah memang nggak bisa dibuang begitu saja. Nah, yang kedua biar nggak terlalu membebani nggak ada salahnya kalau kamu meminta pertimbangan orang-orang terdekat yang bisa dipercaya. Biasanya orang ketiga itu lebih objektif dalam menilai lho. Ya, paling nggak dengan berbicara sama mereka perasaan bersalah itu akan semakin berkurang, atau siapa tau bisa sekalian menghilang, ya kan.

Saatnya mengungkapkan
"Biar nggak menimbulkan salah paham, ada baiknya sebelum ngomong sama yang bersangkutan, cari situasi dan kondisi yang tepat. Setelah itu katakan alasanmu ngomongin masalah ini, katakan juga maksud baik kamu. Misalnya ini demi kebaikan dia juga, biar nggak gampang dibohongin, biar privasinya nggak keganggu atau alasan lainnya. Oya, sebelumnya awali dengan permintaan maaf, lalu katakan semuanya secara lugas tanpa harus bernada teror apalagi memojokkan.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.