Penyakit Jantung Bawaan Dapat Dicegah Sebelum Hamil
Penyakit Jantung Bawaan Dapat Dicegah Sebelum Hamil

Penyakit Jantung Bawaan Dapat Dicegah Sebelum Hamil

5 cara mencegah penyakit jantung bawaan. ilustrasi (Net)

Penyakit Jantung Bawaan Dapat Dicegah Sebelum Hamil
MediaPangandaran.com - Jantung merupakan organ penting yang berperan pada kehidupan manusia, termasuk bayi dan anak yang sedang mengalami tumbuh kembang. Diagnosis penyakit jantung bawaan (PJB) pada buah hati tentulah merupakan kondisi yang dapat membuat orangtua shock.

Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur dan fungsi sirkulasi jantung yang dialami seseorang sejak lahir. Biasanya, jenis kelainan yang muncul berupa ketidaksempurnaan katup pemisah antara bagian-bagian di dalam jantung. Itu sebabnya kondisi PJB sering kali disebut sebagai jantung bocor. Angka kejadiannya sendiri yaitu sekitar 10-12 dari 1000 kelahiran anak di seluruh dunia. Meski mengalami kondisi kritis pada bulan pertama, tak sedikit anak penyandang PJB dapat bertumbuh dan beraktivitas normal hingga dewasa.

PJB dapat terjadi akibat gangguan atau kegagalan struktur jantung saat janin dalam masa perkembangan awal. Ada juga penyebab lainnya yaitu faktor keturunan atau pemicu seperti sindrom down dan infeksi TORCH (toksoplasma, CMV, herpes simplex virus) yang dialami ibu pada trimester pertama kehamilan. Kebiasaan calon ibu yang tak sehat pun turut berperan dalam memicu terjadinya PJB seperti merokok, mengonsumsi minuman keras, ataupun menggunakan obat di luar resep dokter. Namun sejauh ini penyebab pastinya sendiri masih belum diketahui.

Dalam keilmuan medis, penyakit jantung bawaan dibagi menjadi dua yaitu dengan tanda biru (sianotik) dan penyakit yang tidak memiliki tanda biru (asianotik). Pada PJB sianotik akan lebih cepat menimbulkan gejala dan mudah pula dikenal. Perhatikan wajah anak yang berwarna kebiruan pada bibir, lidah, ujung tangan dan kaki, serta kuku. Perilaku bayi juga akan disertai tangis atau mengejan.

Sementara itu, gejala penyakit jantung bawaan asianotik muncul pada perilaku bayi seperti sering berhenti mengisap ASI untuk menarik napas, kerap terlihat lesu, nasu makan amat kurang, proses pertumbuhannya pun lambat. Gejala lain yang jarang dijumpai adalah palpitasi, jantung akan sering berdebar-debar, sakit dada ketika bekerja, hingga pingsan. Dapat pula terjadi siarosis ringan, meskipun jarang, akan ditemukan sesudah bayi agak besar.

Saat Anda mendapati kondisi demikian, segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan spesialis jantung. Namunperlu diketahui, diagnosis itu dapat dideteksi pada usia kehamilan 16-20 minggu melalui USG. Kecurigaan sudah bisa dilihat dan dokter akan menyarankan calon ibu agar melakukan pemeriksaan lanjutan berupa fetal ekokardiografi sehingga gambaran jantung terlihat lebih teliti.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan pasangan yang berencana memiliki anak, orangtua, serta ibu hamil untuk mencegah penyakit jantung bawaan :
  • Lakukanlah pemeriksaan rutin kehamilan. Nyaris seluruh ibu hamil tentu mengharapkan kehamilannya berlangsung lancar, persalinan berlangsung normal, dan melahirkan bayi sehat. Guna mewujudkan harapan itu diperlukan pemeriksaan kehamilan yang rutin.
  • Lakukan skrining torch sebelum kehamilan. TORCH pada wanita yang tidak hamil mungkin tak akan berdampak buruk karena wanita dewasa memiliki kekebalan tubuh cukup untuk melawan virus TORCH, tetapi tidak sama jika menyerang janin yang memang belum memiliki antibodi.
  • Hindari polusi asap kendaraan dan kenakan masker pelindung saat keluar rumah.
  • Hindari paparan sinar X atau radiasi foto rontgen berulang di masa kehamilan.
  • Hindari asap rokok dan merokok.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.