Selamat datang di mediapangandaran.com
Membakar Kalori Dengan TRX (Total Resistance eXercise)
Membakar Kalori Dengan TRX (Total Resistance eXercise)

Membakar Kalori Dengan TRX (Total Resistance eXercise)

TRX didesain bagi pasukan Angkatan Laut AS untuk teknik mengolah tubuh yang efektif. ilustrasi (Net)

Membakar Kalori Dengan TRX (Total Resistance eXercise)
MediaPangandaran.com - Sejuta alasan terkadang dilontarkan saat berhadapan dengan kenyataan bahwa kita harus memulai olah raga. Mau joging, malas berpanas-panasan. Mau treadmill, sudah terbayang kaki yang akan super pegal. Faktor bosan juga sering kali hinggap karena membayangkan olah raga konvensional yang dianggap kurang menantang. So, jika ingin memiliki tubuh bugar, stop cari alasan!

Mau coba yang berbeda? Ayo lakukan TRX (Total Resistance eXercise) atau yang banyak disebut sebagai suspension training. Pencinta olah raga ini semakin tumbuh subur dalam dua tahun terakhir. Meski mayoritas dilakukan perempuan, tak jarang olah raga ini juga menarik minat kaum lelaki yang ingin rehat dari olah raga hardcore.

Latihan ini bisa mengencangkan otot tubuh di bagian yang diinginkan dengan memfokuskan gerakan di bagian itu. Banyak orang yang mengaku tertarik dengan TRX karena unik, yakni memakai tali dan pas dicoba ternyata enak, tidak perlu ngos-ngosan seperti halnya lari, tapi bisa bakar kalori banyak sekali.

TRX pada awalnya diciptakan oleh seorang anggota Angkatan Laut AS, Randy Hetrick. Gagasan latihan ini timbul saat dia hidup di dalam kapal selam dan tak mempunyai peralatan latihan serta sempitnya ruangan untuk melakukan latihan. Dia lalu memakai sebagian dari perlengkapan parasut dan sabuk karatenya digunakan untuk membentuk sebuah prototif TRX yang dirubah menjadi bentuk yang sekarang dikenal.

Sejak itu, TRX didesain bagi pasukan Angkatan Laut AS untuk teknik mengolah tubuh yang efektif, namun dalam waktu singkat. Penggunaannya semakin meluas dalam tiga tahun terakhir karena sekarang, siapa pun bisa melakukannya.

Metode pelatihan pada olah raga ini adalah menggunakan beban tubuh sendiri sebagai pusat gravitasi untuk melatih otot inti, misalnya bagian perut serta otot-otot tubuh lainnya. Cara penggunaannya adalah menggenggam ujung tali dengan berat badan sebagai beban. Tak seperti mesin kebugaran yang sarat dengan beban logam dan skala beban yang diatur, TRX hanya memanfaatkan tiang palang dan tali kokoh yang mampu menopang beban tubuh pemakainya.

Bukan hanya fisik, mental pun diuji agar tetap fokus karena keseimbangan dan daya tahan juga masuk agenda latihan ini. Meski terlihat simpel, penggunanya bisa melakukan full body workout karena seluruh bagian otot tubuh bisa dilibatkan di setiap gerakannya secara otomatis.

Latihan ini juga bisa dibilang unik karena secara umum menggunakan tangan atau kaki pada titik jangkar tunggal, sementara badan tidak kontak dengan lantai. Keadaan ini memberikan ketidakseimbangan sehingga memungkinkan untuk melatih keseimbangan, kekuatan daya tahan, fleksibilitas, integritas gabungan, dan pencegahan cedera.

Mengingat banyaknya kaum hawa yang tertarik dengan olah raga ini, apakah ada hubungan langsung antara latihan TRX dan perampingan tubuh?
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.