Cerpen : Kenangan Cinta Segitiga di SMU
Cerpen : Kenangan Cinta Segitiga di SMU

Cerpen : Kenangan Cinta Segitiga di SMU

Cerita pendek ini mengisahkan tentang hubungan cinta segitiga semasa SMU yang kini tinggal kenangan.

Cerpen : Kenangan Cinta Segitiga di SMU
MediaPangandaran.com - Sudah 3 tahun berlalu, namun kenanganku sama dia masih lekat teringat dalam pikiran ini. Ya. Tetap lekat di hatiku. Ternyata memang tidak mudah menggapai asa dan harapan. Tidak semudah ucapan di bibir ataupun membalikkan telapak tangan. Begitu banyak pengorbanan yang harus dilakukan dan dikeluarkan untuk rnendapatkan sebuah cinta. Sungguh sakit bila cinta kita ditolak, namun lebih sakit lagi jika sobat kita menikam kita dari belakang. Merebut sang pujaan kita hanya untuk sebuah permainan atau sandiwara cinta.

Dulu, waktu duduk di bangku SMU gue jatuh hati tuh sama cewek. Dan dia baik banget sama gue. Tapi masalah menghadangku. Ada dua cewek lagi yang nyari perhatian sama gue. Waduh ... ini sungguh benar-benar di luar dugaanku. Prediksi melenceng. Tapi tekadku tetap satu, gue harus dapatkan cewek barkerudung itu. Akhimya, cuma agresif sama satu cewek doang. Tak bisa ke lain hati, gitu lho! Gencatan rayuanku semakin lancar karena frekuensi pertemuan kita lebih sering.

Malang tak bisa ditolak, untung tak dapat diraih, ternyata cewek itu memilih sobatku sendiri. Uh... sesak banget rasanya rongga dada ini! Akhimya gue hanya bisa lihat dia dari kejauhan. Akal sehatku berkata, "Kalau emang itu yang terbaik buat dia,gue seneng kok". Itu pilihan hidupnya dan mungkin itu jalan terbaik baginya. Namun dari kabar yang tersiar mengenai hubungan asmara mereka bikin amarahku meledak-ledak. Ternyata ungkapan cinta sobatku hanya bohong belaka. Cewek yang gue suka iu hanya dijadikan sebagai umpan supaya sobatku bisa mendekati teman ceweknya itu.

Busyet dah ..... licik juga sobatku itu. Pengen sekali gue hajar tuh cowok, namun gue dilarang keras sama cewek pujaan gue.

Waktu itu gue cuma bisa menghiburnya. Gue doakan semoga ia bisa menemukan hati yang lebih baik dari gue, dan lebih baik lagi dari sobat yang licik itu. Sekarang kami udah sama-sama lulus SMU. Dan hanya memori indah yang kupunya dari bingkai foto manismu menyertai perjalanan hidupku.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.