Selamat datang di mediapangandaran.com
Kapan Anak Ke Dokter Gigi?
Kapan Anak Ke Dokter Gigi?

Kapan Anak Ke Dokter Gigi?

Pentingnya anak berkunjung ke dokter gigi untuk mendeteksi dan mengontrol kemungkinan adanya kelainan gigi. ilustrasi (Net)

Kapan Anak Ke Dokter Gigi?
MediaPangandaran.com - Pernahkah terbersit pertanyaan di benak para orangtua, "Kapankah anak saya mulai dibawa ke dokter gigi?" Apakah bila anak mulai berganti gigi dari gigi sulung (gigi susu) ke gigi tetap? Ataukah saat anak mulai mengeluhkan nyeri di giginya?

Jawaban berikut ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orangtua di Indonesia. Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia menganjurkan keunjungan ke dokter gigi pertama kalinya (first dental visit) sebaiknya dilakukan saat anak menginjak usia satu tahun. Hal ini mengacu pada rekomendasi American Academy of Pediatric Dentistry.

Anjuran IDGAI tersebut tentu mengejutkan para orangtua karena saat ini di Indonesia kunjungan ke dokter gigi belum merupakan sesuatu yang rutin dilakukan terutama pada anak-anak. Seorang anak baru mulai dibawa ke dokter gigi bila sudah mengeluh sakit gigi. Itu pun jika tidak ada hambatan lain yang menyertaa, seperti rasa takut anak terhadap dokter gigi atau prioritas kesehatan lain yang mendahului.

Kunjungan pertama ke dokter gigi ditujukan untuk mendeteksi dan mengontrol berbagai kelainan gigi, terutama karies gigi yang merupakan penyakit mulut yang paling sering terjadi pada anak dan dapat terjadi segera setelah kemunculannya pada permukaan gusi anak.

Untuk mencegah karies gigi pada anak, selain menetapkan kunjungan pertama ke dokter gigi sedini mungkin, orangtua juga harus mengetahui berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang anak terkena karies serta upaya pencegahannya. Namun, karies bukanlah satu-satunya topik yang akan dibahas pada kunjungan pertama ke dokter gigi.

Beberapa hal yang akan dibahas pada kunjungan pertama ke dokter gigi antara lain bagaimana memelihara kebersihan rongga mulut bayi dan balita, kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan kelainan (misalnya mengisap jari), cara mencegah kecelakaan yang dapat menyebabkan kerusakan pada wajah dan gigi, serta keluhan yang dialami bayi dan anak saat pertama tumbuh gigi.

Seorang dokter gigi memang dididik dan dipersiapkan untuk menangani pasien dari berbagai kelompok umur sesuai kompetensinya saat dokter gigi tersebut lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi. Namun, banyak dokter gigi yang kurang akrab dan nyaman dengan bayi dan balita.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.