Cegah Emfisema Dengan Hindari Asap Rokok Dan Debu
Cegah Emfisema Dengan Hindari Asap Rokok Dan Debu

Cegah Emfisema Dengan Hindari Asap Rokok Dan Debu

Emfisema adalah penyakit paru yang disebabkan oleh paparan asap dan debu yang terjadi secara kontinu. Ketahui cara mencegahnya di artikel ini!

Cegah Emfisema Dengan Hindari Asap Rokok Dan Debu
MediaPangandaran.com - Lingkungan yang tidak sehat membuat Anda mudah terserang penyakit. Meningkatnya intensitas asap dan debu yang dihirup manusia setiap hari membawa dampak pada kesehatan yakni merusak paru-paru. Salah satu dampak berbahaya dari hal tersebut adalah penyakit emfisema. Apa itu emfisema dan bagaimana cara mencegah emfisema serta mengatasinya?

Emfisema terjadi karena adanya tekanan udara yang berlebihan dari kantung udara di dalam paru-paru. Emfisema itu adalah suatu penyakit paru obstruktif kronis yang ditandai dengan pernafasan yang pendek dan disebabkan oleh kesulitan untuk menghembuskan seluruh udara keluar dari paru-paru karena adanya tekanan udara yang berlebihan dari kantung udara di dalam paru-paru atau alveoli.

Emfisema merupakan penyakit paru, terutama disebabkan paparan asap dan debu yang terjadi secara terus menerus. Emfisema merupakan penyakit paru-paru kronis (jangka panjang) yang bisa memburuk dari waktu ke waktu. Emfisema ini biasanya disebabkan akibat terlalu sering terpapar dengan asap atau debu. Pada pengidap emfisema terjadi kerusakan pada beberapa kantung udara di dalam paru-parunya sehingga sukar untuk bernapas. Asap rokok yang kita hirup itu merupakan faktor terbesar terjadinya penyakit ini.

Paparan asap atau debu yang terus menerus akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada jaringan elastin pada paru-paru yang akan masif dan permanen. "Paparan asap yang terlalu sering atau terus menerus, maka kerusakan yang terjadi pada jaringan elastin pada paru akan masif dan permanen. Karena jaringan ini rusak maka gelembung udara (alveoli) menjadi lembek. Akibatnya udara kotor (C02) tidak bisa dipompa keluar atau terperangkap di dalam paru sehingga menumpuk di dalam paru dan sebagian diserap lagi ke dalam darah. Akibatnya, udara bersih atau O2 terhambat untuk masuk ke dalam paru-paru.

Tidak hanya itu, faktor lain yakni usia dan genetik juga bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit paru kronik ini. Riwayat penyakit paru kronik yang diderita oleh keluarga juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit emfisema.

Penyakit emfisema merupakan penyakit yang cukup sulit untuk dihindari. Pasalnya polusi udara di Indonesia sulit untuk dihilangkan. Asap knalpot, asap pabrik, debu-debu jalanan, bahkan hingga asap rokok. Apalagi saat ini produksi rokok justru meningkat. Meski begitu, upaya terbaik haruslah tetap dilakukan.

Cara terbaik mencegah terjadinya penyakit emfisema adalah berhenti merokok (perokok aktif) atau hindari asap rokok (perokok pasif). Jauhi atau hindari polusi udara di setiap keseharian kita, terutama asap rokok. Karena sebenarnya asap rokok merupakan faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. Apabila terpaksa berada dalam lingkungan yang berpolusi seperti itu sebaiknya gunakanlah masker untuk mencegah paparan terhadap zat kimia dan debu yang ada di udara. Dan bagi perokok aktif, cara terbaik mencegah penyakit paru kronik ini adalah berhenti merokok. Karena dampaknya tak hanya bagi si perokok saja, tapi dampak tersebut bisa juga terjadi pada orang sekitar kita, perokok pasif.

Rajin berolahraga juga dapat mencegah penyakit emfisema. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kapasitas paru-paru juga salah satu cara mencegah emfisema. Selain itu konsumsi makanan yang banyak mengandung nutrisi juga perlu.

Tak hanya mencegah, setiap penyakit juga pasti ada cara pengobatannya. Tahap awal adalah dengan mendiagnosis emfisema dengan anamnesis (wawancara dokter dengan pasien), kemudian pemeriksaan jasmani, foto rontgen, dan pemeriksaan laboratorium faal paru, dan kemudian terapi farmakologi seperti pemberian bronkodilator dan pemberian kortikosteroid. Karena penyakit ini mempunyai sifat seperti bronkitis kronik, yaitu ireversible dan progresif, maka hasil pengobatan biasanya kurang memuaskan. Harapan satu-satunya untuk mengurangi sesak napas adalah pemakaian oksigen setiap hari dalam jangka panjang. Bahkan selama hidupnya penderita emfisema tidak bisa lepas dari O2, di mana pun dan kapan pun.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.