Selamat datang di mediapangandaran.com
Cara Menyikapi Kegagalan Anak Secara Tepat
Cara Menyikapi Kegagalan Anak Secara Tepat

Cara Menyikapi Kegagalan Anak Secara Tepat

Tips menyikapi dan menangani kegagalan pada anak.

Cara Menyikapi Kegagalan Anak Secara Tepat
MediaPangandaran.com - Orangtua mana yang tidak ingin anaknya berprestasi. Akan tetapi, banyak orangtua yang malah tergelincir dari keinginannya tersebut. Alih-alih mendampingi anak meraih prestasi, orangtua justru cenderung memaksakan kehendak dan ambisinya kepada anak. Ini yang kerap menjadi persoalan pada perkembangan anak.

Ada sebagian orangtua yang memiliki ambisi pribadi untuk diwujudkan anaknya. Hal tersebut dapat menghambat proses anak meraih prestasi sesungguhnya. Masih banyak orangtua yang kabur pemahamannya mengenai prestasi.

Seringnya, prestasi anak diukur dari bentuk, ukuran, dan jumlah. Banyaknya piala, nilai baik di sekolah, hingga titel juara pada kompetisi. Padahal prestasi adalah target dan pencapaian seseorang yang ditentukan oleh diri sendiri. Jika berbicara prestasi pada anak, bisa diartikan pencapaian yang datang dari target masing-masing anak.

Prestasi anak tak melulu diukur pada saat ia sudah duduk di bangku sekolah. Bahkan sejak usia dini, anak sudah dapat membuat prestasi sendiri. Ini yang penting bagi orangtua untuk mengenali potensi anak masing-masing. Tak jarang anak dianggap sulit berprestasi karena tidak diarahkan pada potensinya.

Mengukir prestasi bagi anak merupakan proses pembelajaran. Selain mengasah bakat yang sudah dibawa sejak lahir, anak juga dapat berprestasi melalui hobi yang disukainya. Kepemilikan talenta pada anak bisa menjadi sia-sia jika orangtua tidak mampu memberinya ruang untuk bertumbuh dan diasah. Kejelian orangtua saat menemani anak bereksplorasi di usia dini menjadi momen penting.

Dalam perjalanan mencetak prestasi, ada satu momen yang paling sering ditakuti banyak orang, yaitu mengalami kegagalan. Kegagalan anak biasa diasosiasikan dengan momen kekalahan, ketidakmampuan, keburukan, dan ketidaksempurnaan.

Terlebih jika kegagalan menimpa anak yang tengah berjuang membuat prestasi. Tak jarang, momen ini berimbas pada kemurungan, trauma, bahkan membuat orangtua dan keluarga menjadi gusar serta cemas.

Momen kegagalan justru krusial bagi anak. Jika kegagalan terjadi saat anak tengah berjuang, itu adalah prestasi paling besar bagi hidupnya. Jika anak gagal juara, gagal menang, itu tanda ia telah belajar dan mencoba.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan orangtua adalah mendampingi anak untuk melewati masa kegagalannya dan meyakinkan anak untuk tidak menyerah.

Ada banyak pelajaran yang bisa dievaluasi dari kegagalan. Jika orangtua menjadikan kompetisi sebagai wadah bagi anak untuk menjajal kemampuan dirinya, momen kegagalan akan mudah menjadi batu loncatan anak memperbaiki dirinya.

Banyak success story yang berawal dari kemampuan bangkit dan berhasil mengatasi kegagalannya. Adalah manusiawi jika orangtua menjadi kecewa dengan kegagalan anak. Namun, sebaiknya orangtua tidak terlalu fokus pada kegagalan, tetapi cara pandangnya dialihkan pada seberapa besar usaha anak hingga bisa mencapai tahap tertentu.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.