Selamat datang di mediapangandaran.com
Cara Deteksi Dini Kanker Mulut Melalui Kesehatan Mulut
Cara Deteksi Dini Kanker Mulut Melalui Kesehatan Mulut

Cara Deteksi Dini Kanker Mulut Melalui Kesehatan Mulut

Kanker mulut bisa dideteksi secara dini melalui kondisi kesehatan mulut. ilustrasi (autoimuncare)

Cara Deteksi Dini Kanker Mulut Melalui Kesehatan Mulut
MediaPangandaran.com - Rongga mulut adalah cerminan kesehatan tubuh seseorang. Apalagi, rongga mulut merupakan gerbang pertama masuknya segala jenis makanan, hingga bakteri dan virus ke dalam tubuh. Dari kondisi yang terjadi di rongga mulut, kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di salah satu atau beberapa organ tubuh. Termasuk sebagai langkah awal atau deteksi dini kanker mulut yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut.

Kanker mulut bisa terjadi pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, langit-langit mulut, atau di bagian lain dalam rongga mulut. Kanker mulut bisa menyebar dengan cara langsung ke berbagai jaringan di sekitar mulut atau melewati kelenjar getah bening. Walaupun begitu, kanker mulut dapat dikenali lebih awal dari keadaan yang terjadi di dalam rongga mulut.

Misalnya dari sariawan yang terjadi di dalam mulut, tapi tidak sembuh-sembuh lebih dari dua minggu. Itu perlu diwaspadai dengan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena normalnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya sekitar 7 hari. Apalagi jika diberikan obat, maka bisa sembuh lebih cepat. Kalau lebih dari dua minggu, biasanya ada sesuatu yang lain.

Perbedaan sariawan biasa dan sariawan yang merupakan gejala awal kanker mulut bisa dibedakan dari rasa sakit yang terasa dan permukaan sariawan. Pada sariawan biasa, rasanya sakit dan permukaannya memiliki rasa cekung. Sedangkan pada sariawan gejala awal kanker mulut, sebaliknya.

Untuk gejala awal kanker mulut, menyerupai bercak putih yang tidak bisa hilang, kadang juga seperti bersisik. Hal itu bisa ditemukan di mana saja di dalam rongga mulut. Selain bercak putih, warna bercak yang ditemukan juga bisa merah, cokelat dan biru. Warna bercak tersebut akan mudah dibedakan, lantaran warna rongga mulut biasanya coral pink. Benjolan atau penebalan pada dinding di dalam mulut juga bisa menjadi tanda awal yang diwaspadai jika tak kunjung hilang.

Kanker memiliki berbagai tahapan. Semakin cepat diketahui, penanganannya semakin mudah dilakukan dan tingkat kesembuhannya semakin tinggi. Seperti kanker kebanyakan, kanker mulut jarang memunculkan gejala pada tahap awal jadi sulit dideteksinya. Hanya, tanda-tanda awal tersebut bisa diwaspadai, ketika terjadi pada rongga mulut dan tak menghilang dalam waktu lebih dari dua minggu.

Kanker mulut dikarenakan oleh terjadinya perubahan abnormal atau mutasi pada pertumbuhan beberapa sel di dalam mulut atau bibir. Hal yang menyebabkan di balik mutasi ini belum dikenali secara jelas. Walau begitu, ada faktor-faktor yang diyakini bisa merangsang timbulnya kanker ini.

Ada tiga faktor penyebab kanker mulut yang biasanya terjadi. Yang pertama yaitu faktor lokal, disebabkan misalnya oleh gigi tiruan yang mengiritasi atau kesehatan rongga mulut yang tidak terjaga. Ketika ada yang mengiritasi secara terus menerus dalam jangka waktu lama, bisa menjadi faktor pemicu kanker mulut. Makanya ketika merasakan ada ketidaknyamanan di dalam mulut, bisa langsung berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

Faktor kedua berasal dari luar, seperti gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya dari kebiasaan menggunakan segala jenis tembakau seperti rokok, cerutu dan tembakau kunyah. Konsumsi minuman keras secara berlebihan juga bisa menjadi pemicu, selain memiliki pola makan yang buruk. Ada pula faktor yang disebabkan dari genetik.

Adapun beberapa langkah penanganan terhadap kanker mulut seperti radioterapi, kemoterapi, dan operasi. Ketiga langkah penanganan ini kerap dikombinasikan untuk memperoleh hasil yang optimal. Lalu, bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker mulut?

Karena penyebab utamanya belum diketahui, kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya. Akan tetapi, langkah sederhana tetap bisa dilakukan untuk menghindari pemicu atau menurunkan risiko dan menghambat perkembangan kanker mulut Di antaranya adalah tidak menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun, termasuk merokok.

Juga menghindari minuman keras, dan makanan-makanan yang bersifat karsinogenik. Sebaiknya terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, serta menjaga kebersihan mulut dan memeriksakan kesehatan gigi secara teratur.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.