Yang Harus Dilakukan Saat Api Cinta Padam dalam Sebuah Rumah Tangga
Yang Harus Dilakukan Saat Api Cinta Padam dalam Sebuah Rumah Tangga

Yang Harus Dilakukan Saat Api Cinta Padam dalam Sebuah Rumah Tangga

Yang Harus Dilakukan Saat Api Cinta Padam dalam Sebuah Rumah Tangga
MediaPangandaran.com - Ketika api cinta padam dalam sebuah rumah tangga, yang perlu dikoreksi adalah pihak laki-laki atau suami. Mungkin terdengar tidak adil bagi kaum laki-laki. Bukankah kedua belah pihak, baik suami atau istri juga sebenamya punya andil yang sama besar?

Suami adalah pemimpin dalam keluarga. Jadi, ketika cinta dalam rumah tangga sudah mulai padam, pihak laki-laki dulu yang pertama-tama harus dikoreksi. Sejauh mana ia sudah menjadi pemimpin atau anutan bagi istrinya? Sementara posisi seorang istri ibarat penumpang dalam sebuah kendaraan, bagaimana sopir membawanya. Bisa jatuh ke jurang atau pergi sesuai tujuan sopir.

Penyebab utama hilangnya perasaan hangat bernama cinta dalam sebuah rumah tangga adalah karena rumah tangga ditegakkan bukan berdasarkan rumah tangga islami. Dalam rumah tangga Islam ada juklak (petunjuk pelaksanaan) langsung dari Allah.

Ada dua unsur yang wajib dimiliki dalam sebuah rumah tangga Islam, yaitu sifat mawadah dan rahmah. Mawadah adalah apa yang dikenal sebagai rasa cinta, sedangkan rahmah adalah rahmat dari Allah SWT. Dengan cinta, kita memiliki istri, anak, atau benda-benda di sekitar kita. Namun rasa mawadah itu harus cepat diikuti dengan rahmah, rahmat dari Allah SWT. Dengan rumah tangga yang penuh rahmat, insya Allah rumah tangga akan awet.

Untuk mencapai rumah tangga yang penuh rahmat semacam itulah, semua tindakan dalam keluarga harus karena Allah. Kita sering melihat rumah tangga yang hanya seumur jagung disebabkan pernikahan hanya dilandasi rasa cinta. Rahmah-Nya tidak dijabarkan langsung, sehingga kasih sayang bisa kalah oleh rasa ego. Mentang-mentang seorang istri cantik, misalnya, ia tidak berusaha menjadi seorang istri yang baik karena berfikir gampang kalau ditinggal suami, cari lagi aja.

Ego besar juga banyak dimiliki kaum laki-laki. Hal ini terpengaruh oleh adat dan budaya di Indonesia. Di beberapa daerah, bahkan kaum laki-laki berlaku seperti raja kecil dalam keluarganya. Ada adat dalam pernikahan seorang laki-laki harus dibeli. Atau suami main gitar di rumah dan menyabung ayam sementara istri bekerja keras di ladang. Padahal dalam Al- Qur’an tidak pernah disebutkan laki-laki lebih hebat dari kaum perempuan. Yang ada hanyalah bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa. Tidak disebutkan laki-laki atau perempuannya.

Api cinta akan terus berkobar dalam sebuah rumah tangga andai semua pria mengikuti jejak Nabi Muhammmad dalam memperlakukan istrinya. Rasul selalu berlaku lembut pada tstrinya, bahkan memanggil Aisyah dengan panggilan Khumairoh yang artinya kemerah-kemerahan sebagai panggilan sayangnya.

Istri mana yang tidak suka dibelai sayang oleh suaminya. Hati istri mana yang tidak berdebar-debar dipandang dengan lembut oleh suaminya. Sementara di banyak rumah tangga sering kita lihat betapa galaknya seorang suami pada istrinya. Marah pada istri lebih-lebih dari Allah.

Dianjurkan, pada setiap kesalahan istri, suami harus ingat bahwa kaum perempuan terbuat dari tulang rusuk yang bengkok. Jika dibiarkan, tetap bengkok tapi kalau dikeraskan malah patah. Lalu bagaimanakah wujud cinta yang sebenarnya dari seorang suami secara islami? Wujud cinta seorang laki-laki adalah dengan tindakan yang harus bisa di pertanggung jawabkan di dunia maupun akhirat.

Saat istri berdandan seenaknya, suaminya tidak boleh bersikap acuh. Ia harus menegurnya. Itu berarti dia sayang pada istrinya. Kalau suami membiarkan istrinya bergosip dengan tetangga, berarti suami tidak cinta pada istrinya. Ia wajib mengingatkan istrinya tersebut.

Karena istri adalah pakaian suami. Kontrol suami atas istri harus dilakukan karena Allah. Jika ini semua dilakukan oleh seorang pemimpin, dalam hal ini suami, insya Allah Istri pun akan membalas cinta suami sepenuhnya. Maka rumah tangga berjalan benar-benar dalam suasana cinta dan rahmat Allah SWT.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.