Undur-undur, Terapi Alternatif Atasi Diabetes
Undur-undur, Terapi Alternatif Atasi Diabetes

Undur-undur, Terapi Alternatif Atasi Diabetes

Undur-undur dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit diabetes melitus (kencing manis)

Undur-undur, Terapi Alternatif Atasi Diabetes
MediaPangandaran.com - Undur-undur bisa digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengobati penyakit diabetes melitus. Dalam pengobatan alternatif, memang selain tumbuh-tumbuhan, bisa digunakan hewan sebagai pengobatan. Jenis herbal dari binatang dianggap lebih kuat dari tumbuh-tumbuhan.

Undur-undur adalah sebutan untuk kelompok serangga dari famili Myrmeleontidae, yang banyak tinggal di wilayah bersuhu hangat dan berpasir. Disebut undur-undur karena larva ini berjalan mundur saat menggali sarang jebakan di tanah. Undur-undur dapat memperbaiki kerja pankreas, karena itu bagus untuk penderita diabetes.

Organ pankreas ini yang menghasilkan zat insulin, sementara penderita diabetes umumnya insulinnya berkurang. Jika seseorang terkena diabetes, selain kadar gula darahnya tinggi sehingga akan mempengaruhi ke penyakit lainnya seperti stroke, juga bisa berpengaruh pada kulit. Penderita diabetes umumnya kulitnya jelek, kulit menjadi menghitam dan timbul luka gangren. Selain itu, penderita diabetes juga biasanya mengalami masalah dengan penglihatan yang berkurang.

Undur-undur bisa memperbaiki kinerja pankreas dan membuat regenerasi sel menjadi lebih baik karena mengandung zat sulfonylurea. Zat ini mampu melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Dengan demikian dapat memperbaiki produksi insutin sehingga kadar gula dalam darah turun.

Untuk mengatasi diabetes melitus, maka undur-undur harus dikonsumsi secara hidup-hidup. Dianjurkan mengkonsumsi undur-undur dalam keadaan hidup karena jika sudah mati maka khasiatnya akan berkurang. Sebelum dikonsumsi, undur-undur dicuci hingga bersih. Undur-undur dimakan 2-3 ekor pada pagi hari dan 2-3 ekor lagi pada malam hari. Bisa dimasukkan undur-undur ke dalam kapsul.

Jika rutin dikonsumsi dua hari sekali, maka dalam seminggu sudah akan terlihat hasilnya. Sesudah rutin minum, sebaiknya kadar gula darah dikontrol kembali. Gula darah dikatakan normal jika kadarnya 70-140 mg/dl. Jika kadar gula darahnya sudah di atas 140 mg/dl atau di atas 200 mg/dl maka sebaiknya dikonsumsi rutin. Meski seminggu sudah ada hasilnya, namun untuk hasil yang baik diperoleh jika dikonsumsi selama 2-3 bulan.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.