Serunya Selfie di Tebing Keraton Bandung
Serunya Selfie di Tebing Keraton Bandung

Serunya Selfie di Tebing Keraton Bandung


MediaPangandaran.com - Tebing Keraton terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Tebing Keraton ada di wilayah Kampung Cihareugeum Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Tebing Keraton pun masuk dalam kawasan Tahura Djuanda dan menjadi tanggung jawab Balai Pengelolaan Tahura Djuanda.

Destinasi wisata ini berjarak sekitar 6 km dari pintu 1 Tahura Djuanda atau 3 km dari Warung Bandrek. Jalur yang dipakai memang menyusuri jalan samping Tahura Djuanda. Sebagian besar kondisinya rusak parah. Cukup melelahkan bagi pengendara motor. Untuk menuju lokasi, setelah Waning Bandrek, Anda akan menemui pertigaan. Ambil jaiur kiri yang menanjak.

Dari tempat parkir motor, pengunjung mesti berjalan sekitar 100 meter untuk menuju tebing. Kian mendekat ujung tebing, jalan menyempit.Di kanan-kirinya banyak bebatuan dan jurang. Bebatuan paling besar berada di ujung tebing. Spot itu menjadi titik paling menarik bagi pengunjung untuk ber-selfie ria.

Namun, pengunjung mesti ekstra hati-hati saat mengambil foto atau mencari lokasi yang tepat untuk selfie. Soalnya, di lokasi tidak ada tanda atau sarana pengaman. Jika lengah sedikit saja, pengunjung bisa saja terpeleset dan jatuh ke dasar tebing yang berketinggian lebih dari 50 meter.

Tebing Keraton memang punya pemandangan menakjubkan yang belum tentu ada di tempat lain. Pandangan mata tak terhalang. Dari ujung tebing bisa melihat deretan pegunungan yang terdiri atas Gunung Burangrang dan Gunung Tangkubanparahu. Sekeliling tampak hijau oleh pepohonan.

Di sebelah kiri, dari ketinggian sekitar 100 meter, membentang hutan Tahura Djuanda. Tampak juga bentang alam bebatuan yang dikenal warga sebagai Cadas Kaca. Cadas Kaca merupakan jejeran batu cadas vertikal yang permukaannya nyaris rata. Dulu mirip kaca. Rata dan mengkilap. Sekarang ketutup tanaman-tanaman kecil jadi tidak terlalu terlihat kilapnya.

Warga sekitar lebih mengenal objek wisata itu dengan nama Bukit Jontor. Pasalnya, kalau dilihat dari bawah, bukitnya mirip muka orang yang bibirnya jontor. Jontornya itu berasal dari batu-batu yang menjorok keluar. Bagi yang hobi fotografi, ada dua momen yang tepat untuk mengabadikan Tebing Keraton yaitu subuh dan sore hari. Saat subuh, jika malam sebelumnya hujan, muncul kabut tebal di bawah tebing. Ketika petang, ada pemandangan indah saat sang surya perlahan menghilang, bersembunyi di balik Gunung Burangrang.

Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.