Selamat datang di mediapangandaran.com
Risiko Sering Menahan Buang Air Kecil
Risiko Sering Menahan Buang Air Kecil

Risiko Sering Menahan Buang Air Kecil

Sering menahan buang air kecil berisiko pada terjadinya infeksi saluran kemih (ISK), makanya jangan dianggap sepele. ilustrasi (Net)

Risiko Sering Menahan Buang Air Kecil
MediaPangandaran.com - Ketika buang air kecil, keluarlah urin yang merupakan cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal, kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Ekskresi urin ini diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan menjaga homeostasis cairan tubuh. Urin yang normal adalah yang berwarna jernih hingga kuning kepucatan dan tidak menimbulkan bau.

Jika sering menahan air kecil, maka risiko yang terjadi adalah bisa terkena penyakit infeksi saluran kemih (ISK). Organ intim perempuan terletak di bagian dalam. Sementara di bagian luar organ intimnya juga masih tertutup dengan kulit. Berbeda dengan organ intim laki-laki yang organ untuk berkemihnya ada di luar.

Ketika seorang wanita sering menahan buang air kecil, maka lama kelamaan kotoran dari berkemih akan terbentuk kristal dan mengendap. Kristal ini lama-kelamaan akan menjadi keras atau membatu. Bagi wanita hal tersebut berbahaya, karena alat kelaminnya ada di dalam dan mengakibatkan infeksi di alat kelaminnya atau ISK.

Jika terkena ISK maka ketika buang air kecil akan terasa panas dan sakit. Pinggang juga akan terasa sakit. Bahkan timbul anyang-anyangan, yakni terasa ingin terus-terusan buang air kecil namun keluarnya sakit dan sedikit. ISK bisa diakibatkan oleh bakteri Esherichia coli (E-coli).

E-coli ini akan menyebar ke atas. Akibatnya bisa timbul panas tinggi, bahkan hilang kesadaran. Data menunjukkan ISK merupakan penyakit nomor tiga penyebab kematian, karena itu jangan dianggap sepele.

Menahan buang air kecil juga bisa menimbulkan batu kristal di saluran kemih. Jika ukurannya kecil dan masih bisa melewati saluran kemih maka tidak akan menjadi masalah. Batu akan luruh dengan sendirinya dan keluar ketika berkemih. Namun ketika ukuran batunya besar, makan akan menyumbat. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang menjadi pingsan atau hilang kesadaran.

Untuk mengetahui ukuran batu, maka biasanya dilakukan pemeriksaan dengan teropong atau USG (ultrasonografi). Alat USG ini dimasukkan ke dalam lubang kemih atau menggunakan kateter sehingga batu akan balik lagi. Adapun terapi untuk mengatasi masalah batu yang menyumbat di kandung kemih biasanya akan dilakukan terapi laser ESWL (Estracorporeal Shock Wave Lithotripsy).

Sebenarnya mengatasi penyakit ISK tidak terlalu lama. Biasanya jika sudah infeksi diberikan antibiotik. Proses penyembuhan tergantung tingkat keparahannya, bisa dalam waktu satu minggu hingga berbulan-bulan. Sebaiknya sebelum terkena ISK lakukan langkah pencegahan.

Untuk mencegah timbulnya infeksi ini selain tidak dianjurkan buang air kecil, maka sebaiknya juga harus menjaga kekeringan Miss V. Jika sehabis buang air kecil, basuh Miss V dari depan ke belakang agar kuman yang ada di belakang tidak masuk ke dalam Miss V. Setelah itu, lap Miss V dengan handuk kering.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.