Puisi Cinta Karya Remaja Nusantara
Puisi Cinta Karya Remaja Nusantara

Puisi Cinta Karya Remaja Nusantara

Puisi cinta ini merupakan karya beberapa remaja Nusantara.

Puisi Cinta Karya Remaja Nusantara
MediaPangandaran.com - Puisi cinta dari beberapa remaja Nusantara kali ini akan ditampilkan di laman Sastra-nya Media Pangandaran. Ada Puji Nuryanti dengan puisi ciptaannya yang berjudul Cinta Palsu, lalu ada Herlina dengan puisi Awal Baru, Nonie dengan puisi Kau Sangat Berarti,
Reny Widya melalui Kota Harapan, Kiki Yuwanita dengan puisi Pecundang Sejati, dan Mirna dengan puisinya yang diberi judul Hilang Semua Kenangan.

Dari keenam puisi cinta karya remaja Nusantara tersebut mungkin salah satunya ada yang mengena di hati Anda. Yuk, mari kita simak puisinya satu per satu.

Cinta Palsu

Dulu engkau ada di sisiku
Menerrwii mimpi indahku
Menjauhkan aku dari mimpi burukku
Dan membangunkan aku dari tidurku

Sekarang telah berlalu
Seperti bayangan semu
Mengejar cinta yang dulu
Berakhir dengan penantian palsu

Sungguh sepi hatiku ini
Menangis sepanjang hari Menyesali yang tak pasti
Menjadi tidak percaya diri

Awal Baru

Saat lalu sudah kujalani
Kini kuharus melupakannya
Yang terjadi saat itu harus aku tinggalkan

Sekarang yang kuhadapi
Adalah masa-masa terindah
Semua yang terjadi
Harus kuhadapi sebagai awal yang baru

Hidup, harapan, dan impian yang kulalui
Biarlah terjadi padaku
Awal ini menjadi momen terindah

Kesedihan membuatku hampa
Aku akan selalu hidup untukmu Ayah
Dengan adanya awalan yang baru
Semua akan terikat dalam ingatanku

Apa pun yang terjadi padamu
Masa lalu dan masa sekarang
Kupasrahkan dengan awal yang baru

Kau Sangat Berarti

Sekian lamanya hati
Merajut kasih sayang
Sekian cepat murka
Merajut di dalam hati

Satu kata satu bulan
Telah kucoba berbagai cara
Agar kau tak menbenciku

Telah aku ucapkan kata maaf
Tetapi kau bergeming
Seakan aku adalah benalu
Dalam hidupmu

Apa artinya kasih sayang yang kita
Berapa lama aku mengikat hati?
Kenapa kau sekarang membenciku?

Sobat, maafkan semua kata yang kuucapkan

Kota Harapan

Terbayang sebatas angan dan harapan
Jauh, entah kapan aku mampu melangkah dan berpijak
Mengiringi sejuta harap,
dia membawa senyum

Demi sebuah kenangan
Gita-cita cinta bersama insan terindah di sana
Di sana tempat bermegah di kota harapan

Ingin kuhapus semua dosa
Di seberang sana jauh tidak terlihat
Ini kota tempat aku meletakkan sejuta harap

Menangisku untuk menggapainya
Laksana air yang tak ingin keruh
Impian ini tulus untuk meraihnya

Jika kan pasti nyata
Bersama realita kurintis pedih dan luka
Bila aku berdiri bahagia
Bersama harumnya jiwa pemimpi

Pecundang Sejati

Tatapanmu membutakan mataku
Senyummu membisukan mulutku
Kata-katamu menulikan telingaku
Langkahmu melumpuhkanku

Keberadaanmu menenggelamkan aku
Ke dalam lubang yang kau gali
Untuk menguburkan kebencianku

Lari... lari dan terus lari
Di otakku hanya ada kata hati
Saat bayanganmu selalu menghantui
Karena aku takut sendiri

Aku memang pecundang
Yang takut bila ada yang menghadang
Namun aku juga tak mau dikekang
Sudah jangan kejar aku lagi
Karena aku tak akan berhenti
Untuk menyerahkan diri

Hilang Semua Kenangan

Di saat aku merindukanmu
Aku ingat wajahmu
Walau kini hanya kenangan
Yang selalu terngiang

Semua mimpi telah sirna
Wajahmu kini tiada
Diriku kini merana
Diriku sebatang kara

Akankah kenangan itu kembali
Dan berkumpul lagi di sini
Atau memang harus terjadi
Dan harus kupendam dalam hati
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.