Selamat datang di mediapangandaran.com
 Penyair Salah Waktu, Dengarkan Nasihat Umar bin Abdul Aziz Ini
 Penyair Salah Waktu, Dengarkan Nasihat Umar bin Abdul Aziz Ini

Penyair Salah Waktu, Dengarkan Nasihat Umar bin Abdul Aziz Ini

Salah waktu bisa jadi menimbulkan dampak buruk karena bisa jadi esensinya berbeda.

 Penyair Salah Waktu, Dengarkan Nasihat Umar bin Abdul Aziz Ini
MediaPangandaran.com - Umar bin Abdul Aziz adalah salah seorang bangsawan dari Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus Suriah (661-750), sangat menghargai seni sastra. Berbeda dengan bangsawan-bangsawan Umayyah lainnya yang lebih sibuk mengumpulkan emas permata, Umar bin Abdul Aziz malah sibuk mengumpulkan syair dan para penyair dari seluruh pelosok negeri.

Ketika suatu hari ia dilantik untuk menjabat khalifah (717-720), Jarir ad Dimaski, seorang penyair kesayangan Umar, segera menghadap. Pada saat itu ia membacakan bait-bait puisinya yang berisi pujian, harapan, dan dorongan kepada khalifah baru tersebut.

"Saudaraku Jarir," kata Khalifah lemah lembut, setelah penyair itu selesai membaca puisi-puisinya. "Sastra dan seni memang kegemaranku. Namun, sayang sekali saat ini aku masih sibuk untuk membenahi berbagai persoalan yang ditinggalkan oleh khalifah yang kugantikan. Terutama menyangkut penegakan hukum dan keadilan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta hal-hal lain yang menodai martabat manusia di negara kita selama ini.

Oleh karena itu, untuk sementara ini, maafkanlah, aku belum dapat menghargai syair-syair Anda yang melukiskan tentang keindahan, keadilan, kejujuran, dan kesetiakawanan. Aku akan senang menerima Anda kembali apabila nilai-nilai keindahan, keadilan, dan kejujuran sudah benar-benar terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari kelak. Insya Allah, aku tidak ingin nilai-nilai yang didambakan oleh semua umat manusia itu hanya tertera di dalam syair-syair. Hanya sebagai perkataan omong kosong yang tidak terbukti.

Bahkan, kita yang mengucapkannya berulang kali tidak pernah mengerjakannya sama sekali. Aku takut azab Allah SWT. menimpa kita akibat hal tersebut. Bukankah Dia sudah mengingatkan kepada orang-orang beriman, mengapa mengatakan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan?

Dan Dia mengancam Kabura maqtan indallahi an taqulu ma latafalun. Amat besar kebencian di sisi Allah kepada orang-orang yang cuma ngomong tetapi tak pernah mengerjakan apa yang diomongkannya (Q.S. Ash Shaff:3). Aku berlindung kepada Allah SWT. dari perilaku semacam itu.

Nah, kita tidak boleh salah waktu ketika kita ingin menyampaikan sesuatu hal. Kita harus pandai-pandai membaca situasi dan kondisi karena melakukan sebuah hal di saat yang tidak tepat atau salah waktu bisa fatal akibatnya.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.