Membangkitkan Perasaan Mampu Pada Anak, Begini Caranya!
Membangkitkan Perasaan Mampu Pada Anak, Begini Caranya!

Membangkitkan Perasaan Mampu Pada Anak, Begini Caranya!

Membangkitkan Perasaan Mampu Pada Anak, Begini Caranya!
MediaPangandaran.com - Pada dasamya, setiap anak, terlahir sudah dengan potensi yang cukup dalam menentukan masa depannya. Diharapkan, mereka akan mampu membangun diri dan lingkungannya. Setiap anak akan mampu memecahkan masalahnya sendiri karena sebenarnya telah terbangun rasa percaya diri yang sifatnya alamiah.

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memengaruhi segala aspek kehidupan individu. Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orangtua. Orangtua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak, termasuk dalam membangkitkan perasaan mampu pada anak.

Kemandirian terbagi dua, kemandirian yang berkaitan dengan masalah fisik dan kemandirian yang sifatnya psikologis. Pada awal masa perkembangan anak, setiap balita, sedang dalam masa pembentukan rasa percaya diri. Perasaan "mampu" pada anak muncul cukup kuat, mereka tidak ada masa eksplorasi yang cukup tinggi. Segala tingkah laku mandirinya sebenarnya berawal dari rasa ingin tahu dan kesadaran anak berpisah dari lingkungannya.

Ada pun tanggung jawab orangtua adalah memberi kesempatan pada anak untuk mencoba melakukan segala sesuatunya sendiri. Memberi penghargaan dan kepercayaan yang diekspresikan dalam bersikap. Sikap yang dimunculkan pada masa selanjutnya anak akan memiliki kemandirian fisik dan psikologis yang baik dan hal itu merupakan embrio bagi pembentukan rasa tanggung jawab pribadi.

Semakin seorang anak diberikan ruang untuk mengekspresikan diri terhadap rasa mampu yang mereka miliki, akan memberikan efek keberhasilan dan membuat mereka mengulang perilaku yang sama. Apresiasi yang diberikan oleh lingkungan terdekat akan membuat anak  meningkatkan tantangan berikutnya untuk memuaskan rasa ingin tahu yang lebih menantang. Fungsi orangtua adalah sebagai pembimbing, bukan yang mengkritisi atau pun yang melakukan intervensi sehingga anak menjadi seolah-olah kurang memiliki kekuatan untuk menjadi "mampu".

Sebagian besar orangtua kurang menyadari, dari usia balita sampai dengan remaja, anak dapat diajarkan untuk mengantisipasi masa depan sesuai dengan kemampuan berpikirnya. Anak perlu untuk dibimbing, sebab-akibat atas suatu keadaan dan konsekuensi dari sebuah perbuatan.

Orangtua, tidak dapat melakukan tindakan dadakan setelah anak tumbuh remaja, sebelum menelusuri untuk menyadari ada proses yang salah dari masa sebelumnya. Apa yang harus dilakukan sekarang? Proses membangkitkan perasaan mampu pada anak melalui:
  • Bina komunikasi yang baik, sebagai dasar hubungan rasa saling percaya antara orangtua anak. Perlakukan anak sewajarnya sesuai kemampuannya. Itu akan menumbuhkan rasa percaya diri.
  • Ajak anak untuk berdiskusi dan berdialog. Hal itu memberi kesempatan dia untuk berpendapat.
  • Kembangkan potensi kreatif secara optimal. Bila anak kreatif, ia akan dapat mengatasi tantangan situasi dan kondisi secara mandiri.
  • Terapkan disiplin karena akan membantu anak belajar mengatasi tantangan untuk hidup selaras dengan lingkungannya.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.