Selamat datang di mediapangandaran.com
Kiat Memahami Kondisi Darurat Saat Adventure Off-road
Kiat Memahami Kondisi Darurat Saat Adventure Off-road

Kiat Memahami Kondisi Darurat Saat Adventure Off-road

Kiat Memahami Kondisi Darurat Saat Adventure Off-road
MediaPangandaran.com - Kegiatan adventure off-road berpotensi bahaya dan terkadang pelakunya dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan untuk survivor. Pegiat adventure off-road diharapkan paham dasar-dasar survival kegiatan adventure off-road.

Pada keadaan tersesat, seseorang dengan kemampuan navigasi akan memutuskan back track kembali ke titik awal keberangkatannya atau memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. GPS (global positioning system) akan sangat membantu menemukan titik koordinat di mana kita berada pada peta yang kita bawa untuk menentukan ke arah mana selanjutnya perjalanan akan ditempuh.

Namun, bagi seorang off-roader awam, apa artinya angka-angka koordinat tersebut? Bagaimana angka-angka tersebut menunjukkan posisinya di peta? Arah mana yang harus dia ambil untuk menentukan tujuannya? Kondisi "keawaman" ini akan membuatnya tetap dalam kondisi tersesat. Kondisi ini bisa juga diperparah dengan alat-alat komunikasi yang tersedia tidak mampu membuat dia tetap terhubung dengan dunia luar.

Pada situasi seperti ini, seorang off-roader harus sudah melakukan langkah-langkah survival mulai dari size up the situation dengan menghitung berapa banyak bahan bakar, perbekalan makan dan minuman, serta alat penunjang hidup yang dibawa. Lamanya waktu menemukan rute perjalanan yang benar akan berbanding terbalik dengan persediaan yang dia miliki. Artinya, semakin lama dia tersesat, semakin besar pula risikonya dia akan kehabisan perbekalan bahkan kehilangan kendaraannya sendiri. Pengetahuan dasar survival akan sangat bermanfaat pada situasi seperti ini.

Risiko kecelakaan tunggal
Ketika seorang off-roader menjalani trek-trek yang harus ditempuhnya seorang diri, potensi untuk mengalami kecelakaan tunggal akan semakin besar. Banyak hal bisa terjadi tergantung pada situasi dan kondisinya, dan banyak pula faktor yang memengaruhinya, seperti faktor fisik (kelelahan, sakit, dan sebagainya), faktor psikis (rasa putus asa, panik, dan lain-lain), faktor kendaraan (perlengkapan yang tidak memadai), faktor alam sekitarnya (longsor, arus air, dan lain-lain).

Kegagalan seorang off-roader untuk menaklukkan tanjakan, turunan, menyeberangi sungai melewati negatif slope, berpotensi membuat kendaraannya terguling atau terbalik, hanyut, tenggelam, terbakar, tanpa ada teman atau kendaraan lain seperjalanan yang dapat memberikan pertolongan.

Apa yang dapat membuat kendaraan terguling atau terbalik? Ada beberapa kondisi yang dapat membuat kendaraan terguling, antara lain melakukan belokan tajam mendadak pada saat kendaraan berada dalam kecepatan tinggi, melakukan pengereman mendadak, kendaraan ditabrak dari samping, sudut berkendara yang tidak tepat ketika melewati trek negatif atau jalan yang tiba-tiba longsor saat kendaraan berada di atasnya,

Untuk menghindari hal-hal tersebut, sebaiknya harus sebisa mungkin menghindarinya. Salah satunya dengan memberi perhatian ekstra pada jalan di depan kita, apakah ada kemungkinan trek yang akan kita injak memiliki potensi longsor. Kemiringan maksimum yang dapat ditoleransi oleh setiap kendaraan 4-wheel drive dalam keadaan diam adalah sekitar 30 derajat miring ke kiri atau ke kanan dan 40 derajat miring ke depan dan belakang.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.