Selamat datang di mediapangandaran.com
Kenali Kinerja Winch Elektrik Agar Tidak Stuck di Tengah Jalan
Kenali Kinerja Winch Elektrik Agar Tidak Stuck di Tengah Jalan

Kenali Kinerja Winch Elektrik Agar Tidak Stuck di Tengah Jalan

Kenali Kinerja Winch Elektrik Agar Tidak Stuck di Tengah Jalan
MediaPangandaran.com - Winch elektrik adalah salah satu alat standar recovery yang biasa digunakan oleh para off-roader, baik untuk off-road kompetisi maupun adventure off-road sehingga setiap kendaraan dapat memiliki kemampuan mengatasi diri sendiri apabila terjadi stuck pada kondisi tertentu.

Perlengkapan winch memuat banyak komponen. Seperti motor listrik, solenoid switch, dan remote controller: Setiap winch elektrik tentu dilengkapi minimal satu motor elektrik 12-24V/DC sebagai penggerak utamanya (pada winch hybrid, ada juga yang dilengkapi dua motor listrik).

Motor listrik tersebut memperoleh catu daya dari pasokan aki dan altenator pada kendaraan. Motor tersebut dihubungkan kepada rangkaian gigi-gigi mekanis yang mengubah tenaga elektrik menjadi mekanis. Ada winch dengan kategori lambat yang sering kali diberi label industrial type winch, ada juga winch dengan rasio gigi yang membuatnya dapat berputar lebih cepat, seperti winch Warn 8274-M50.

Untuk menggerakkan motor listrik tersebut berputar maju (ulur) atau mundur (tarik), perangkat tersebut dihubungkan dengan kabel ke swicth remote control yang dikendalikan oleh operator. Remote control tersebut dihubungkan ke boks berisi empat solenoid switch yang membuat motor elektrik dapat berputar maju atau mundur sesuai keinginan operator.

Rangkaian gigi-gigi mekanis yang terhubung pada motor listrik di salah satu sisinya tadi, terhubung pada drum tempat tali winch digulung. Di sinilah energi mekanis dari motor listrik tadi disalurkan kepada tali untuk menarik atau mengulur objek yang memiliki berat tertentu. Saat ini ada dua jenis tali winch yang umum digunakan pada kendaraan-kendaraan 4 wheel drive.

Wire Rope, terbuat dari kawat baja yang dipilin, berukuran diameter antara 6 mm sampai dengan 12 mm (sesuai kebutuhan beban tarik). Kemudian tali lainnya adalah Plasma/Nylon Rope, tali winch yang terbuat dari nylon yang memiliki kekuatan tarik sesuai kemampuan motor winch. Kedua jenis tali winch ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Seperti wire rope dikenal sangat kuat, tetapi sangat berat bobotnya sehingga ada beberapa keterbatasan pada saat mengoperasikannya. Tali plasma/nylon rope sangat ringan dan lentur sehingga memudahkan operator mengoperasikannya. Operator winch akan mudah mengulur, menarik, dan melempar tali ke arah yang dia inginkan. Kelemahannya, tali ini tidak tahan gesekan dengan benda keras dan tajam serta berumur pendek karena tidak tahan terhadap cuaca. Pada ujung tali winch, dipasangkan pengait yang disebut celvis hook.

Pada bagian depan winch mounting (pada bumper kendaraan), dipasangkan winch roller, berfungsi mengurangi gesekan statis pada tali winch yang dapat merusak tali serta mengatur gulungan tali pada drum secara otomatis (pada saat tali mendapat tekanan/beban) sehingga tali tidak menjadi kusut.

Alat ini berguna untuk mengurangi gesekan tali winch pada keempat arah datangnya tali winch, baik pada saat diulur maupun ditarik. Dalam setiap tabung roller-nya dilengkapi beberapa bearing yang harus selalu terlumasi agar alat ini selalu berfungsi dengan baik.

Kemudian ada snatch block, pada dasarnya adalah roller bearing yang diberi pengait pada bagian as-nya, Berfungsi membalik arah tarikan tali winch. Arah putaran tali yang dibalikkan akan memberikan "efek timba" seperti efek pembangkit pada ilmu fisika, melipatgandakan kemampuan tarik winch.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.