Selamat datang di mediapangandaran.com
Kenali Ciri-ciri Anak yang Depresi
Kenali Ciri-ciri Anak yang Depresi

Kenali Ciri-ciri Anak yang Depresi

Kenali Ciri-ciri Anak yang Depresi
MediaPangandaran.com - Depresi tidak hanya melanda dan menghantui kehidupan orang dewasa, tetapi juga dialami oleh anak-anak atau remaja. Banyak faktor yang menjadi pencetus terjadinya depresi pada seseorang khususnya bagi seorang anak. Namun, sebelum depresi melanda dan tinggal lebih lama lagi dalam diri seorang anak, sebaiknya orangtua segera mengenali, mengetahui dan membantu mengatasinya. Pasalnya, depresi tidak tampak secara fisik. Jadi, jika tidak dikenali sejak dini dikhawatirkan akan berdampak buruk di masa yang akan datang.

Depresi pada anak dapat diartikan sebagai low mood. Mood yang sangat rendah tetapi menetap. Anak yang biasa mendapatkan diagnosis depresi setidaknya minimal dua minggu sekali akan mendapatkan kondisi low mood. Selain low mood, anak juga memiliki negative thinking yang kuat atau lebih ke powerless yaitu anak merasa tidak berdaya, tidak berguna, merasa sendiri dan kehadirannya merepotkan orang lain. Rasa seperti ini datang dengan sendirinya dan terkadang begitu kuat sehingga pada akhirnya seluruh pikiran negatif terus berkumpul dan mengganggu.

Depresi bisa terjadi pada anak sejak usia dini. Di atas usia 6 tahun biasanya anak lebih dulu berhadapan dengan masalah regulasi mood. Kemudian pada anak usia 10 tahun, biasanya terjadi perubahan mood. Untuk itu orangtua harus memperhatikan setiap perubahan sekecil apapun yang terjadi pada diri anak-anaknya.

Penyebab Depresi
Faktor yang mempengaruhi terjadinya depresi terdiri dari berbagai pemicu atau pencetus. Bahkan depresi bisa bersifat turunan atau genetik di mana ada kecenderungan depresi yang diturunkan. Faktor lain yang mempengaruhi di antaranya temperamen atau sisi kepribadian yang lain. Maksudnya, ada kepribadian tertentu yang memiliki depresi lebih besar.

Selain faktor turunan atau dikategorikan sebagai faktor internal, ada beberapa faktor eksternal atau yang disebut sebagai pencetus. Misalnya sering mendapat bully, kehilangan orangtua, kasus perceraian orangtua dan kondisi lain yang sangat menekan. Atau dari kondisi lingkungan di sekitar anak yang menjadi pencetus. Contohnya, makan makanan dengan gizi tidak seimbang, tidak pernah berolahraga, polusi udara akan memperburuk kondisi anak.

Kenali Ciri-ciri Depresi
Untuk mengenali ciri-ciri atau perubahan pada anak-anak yang memiliki kecenderungan mengalami depresi, orangtua perlu terbuka untuk mengenali diri sendiri apakah sering mengalami depresi atau tidak. Setelah mengetahui dan melihat perubahan yang terjadi dalam diri anak, sebaiknya segera bawa anak ke dokter atau psikolog. Dari sana orangtua akan mengetahui apakah harus dilakukan treatment atau tidak. Melalui pengenalan perubahan kondisi tubuh, orangtua dengan mudah melakukan antisipasi kemudian mengenali mindset pada diri anak yang kuat.

Depresi bukan suatu kondisi yang ditakutkan kemudian dijauhkan atau dikucilkan. Bila orangtua sudah mengenali gejala anak mengalami depresi sebaiknya segera kenali kebiasaan anak sehari-hari. Apakah anak mempunyai waktu yang cukup untuk bersosialisasi dengan teman-teman atau orangtuanya. Jangan biarkan anak mengurung diri di kamar dan hanya berinteraksi dengan gadget, main internet atau main game.

Sebaliknya ajak anak beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga. Bila kebiasaan olahraga dilakukan secara rutin, maka sistem imun dalam tubuh akan berfungsi dengan baik. Anak-anak yang memiliki kecenderungan depresi harus dijaga fisiknya agar tetap fit. Jika mereka mengalami kelelahan dan mood rendah, maka kondisi akan semakin menurun.

Selanjutnya biarkan anak mengembangkan hobi atau kegemarannya misalnya musik, dance atau olahraga. Orangtua dianjurkan memberikan waktu luang kepada anak untuk melewatkan hobinya. Karena dari hobi akan tercipta interaksi dengan lingkungan dan menumbuhkan kepercayaan diri pada diri anak. Selain itu, berikan ungkapan pujian kepada anak untuk meyakinkan mereka berharga. Dan satu hal yang paling penting, orangtua harus mempunyai waktu untuk memperhatikan dan mengobrol bersama anak. Kebersamaan orangtua dengan anak menjadi hal yang sangat penting untuk perkembangan anak baik di masa sekarang ataupun yang akan datang.
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.