Gua Sinjang Lawang Pangandaran, Satu dari 9 Objek Wisata Unggulan di Jawa Barat
Gua Sinjang Lawang Pangandaran, Satu dari 9 Objek Wisata Unggulan di Jawa Barat

Gua Sinjang Lawang Pangandaran, Satu dari 9 Objek Wisata Unggulan di Jawa Barat

Gua Sinjang Lawang baru-baru ini dinobatkan sebagai satu dari 9 objek wisata unggulan di Jawa Barat. Source: (dinas pariwisata Kab. Pangandaran)

Gua Sinjang Lawang Pangandaran, Satu dari 9 Objek Wisata Unggulan di Jawa Barat
MediaPangandaran.com - Gua Sinjang Lawang secara geografis ada di Dusun Parinenggang, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Pangandaran. Gua ini mempunyai panjang 500 meter dengan dilalui oleh aliran Sungai Cijulang. Gua ini mempunyai lebar kira-kira 65 meter dengan tingginya mencapai sekitar 60 meter.

Objek wisata ini dapat diakses dari kawasan Pantai Pangandaran dengan mengambil rute ke arah objek wisata Citumang yang ada pada satu jalur menuju kawasan Pantai Batu Karas atau Green Canyon. Dari objek wisata Citumang, diperlukan waktu tempuh kira-kira 30 menit mengarah ke Dusun Parinenggang.

Sesampainya di Dusun Parinenggang, Anda mesti berjalan kaki melalui jalan setapak menuju mulut gua dengan jarak 1 km. Pengunjung dapat menuju ke mulut gua bermain body rafting atau river tubing memakai ban karet dengan menyusuri aliran sungai yang berwarna kehijauan.

Kedalaman aliran sungai di dalam gua tersebut berbeda-beda. Ada yang dangkal kira-kira 1,5 meter dan ada juga yang lumayan dalam sekitar 3 meter. Tetapi pengunjung dapat melewatinya dengan bantuan pelampung, head lamp, helm dan ban dalam mobil yang tersedia disana.

Sepanjang 500 meter menyusuri di dalam gua, pengunjung akan menyaksikan fenomena alam di dinding serta langit-langit gua berbentuk stalaktit. Bahkan di tengah-tengah gua pada waktu siang hari, pengunjung dapat melihat cahaya matahari menerobos gua melewati langit-langit gua yang terbuka lebar. Panorama cahaya matahari menembus gua itu merupakan panorama alam yang menawan karena menyatu dengan stalaktit dan ukiran bebatuan hasil proses alam.

Tidak cuma itu, cahaya matahari yang menerobos gua dari atap gua kemudian mengenai air pada aliran sungai ini pun memantulkan warna merah, hijau, dan hijau toska ke dinding-dinding gua. Kombinasi warna yang dapat dilihat di dinding gua ini dapat menjadikan pengunjung kagum. Di ujung gua, pengunjung akan menyaksikan fenomena alam di langit-langit gua dimana ukiran batu-batunya akan membentuk hati.

Sesudah puas menikmati panorama bebatuan kapur dalam wujudnya yang unik, pengunjung juga akan mengakhiri perjalanan ini di ujung gua yang dikelilingi oleh hutan kecil milik warga setempat.

Sayangnya belum ada akses menuju ke titik pertama dari ujung gua sehingga untuk kembali ke titik awal (pulang) maka pengunjung mesti menyusuri kembali gua dengan cara berenang atau berjalan kaki di batu-batuan kapur yang terhampar di atas tepian aliran sungai di dalam gua. Akan tetapi bila memilih pulang dengan berjalan di batu-batuan kapur di dalam gua mesti dilakukan secara hati-hati lantaran jalannya licin. Oleh karena itu, sebaiknya melawan arus air yang tenang guna kembali ke titik awal penyusuran gua.

oh iya, Nama Sinjang Lawang diambil dari dua kata dalam bahasa Sunda, yaitu sinjang ( kain) dan lawang (pintu). Nama ini diberikan penduduk setempat karena di mulut goa terdapat dinding batu bermotif batik kain panjang. Pengunjung juga dapat menyaksikan motif serupa pada dinding goa ketika menyusuri goa ini. Di dalam gua sinjang lawang tersebut juga terdapat beberapa bentuk batuan yang menarik lainnya, seperti batu toke (tokek) dan batu payung.

Gua Sinjang Lawang yang merupakan salah satu objek wisata di Pangandaran ini dapat menjadi salah satu referensi wisata ekstrim bagi Anda dan keluarga. Andrenalin Anda akan terpacu kencang saat hanyut terbawa arus sungai ketika melakukan body rafting. Pesona bebatuan stalaktit sepanjang gua juga akan memuaskan dahaga Anda akan kemegahan alam.

Trek Wisata Gua Sinjang Lawang

Dari gerbang wisata, Anda berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju sungai yang terletak tidak terlalu jauh. Body rafting dimulai dari sini. Anda menyusuri sungai hingga sampai ke mulut gua. Perjalanan dilanjutkan dengan menelusuri gua hingga mencapai mulut gua yang lain. Perjalanan pulang dilakukan dengan rute yang sama (melawan arus) hingga ke mulut awal. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sambil melewati Cai Karamat.

Rute Wisata Gua Sinjang Lawang

Dari Pantai Pangandaran, akses termudah ke lokasi Sinjang Lawang (berjarak sekitar 25 km) adalah melalui Desa Selasari, Kecamatan Parigi, dengan rincian sebagai berikut:
  • Dari Pangandaran Anda menuju arah Cijulang/Green Canyon. Tidak jauh setelah melewati plang wisata Karang Tirta, Anda akan sampai di pasar Desa Cibenda, dan kira-kira 100 meter setelahnya Anda akan sampai di perempatan Panyingkiran (terdapat Indomaret). Di sini, belok kanan menuju pertigaan Bontos (Desa Cintaratu).
  • Di pertigaan Bontos, belok kiri menuju perempatan Batu Leuit (Desa Cintaratu).
  • Di perempatan Batu Leuit (di sekitar sini terdapat penginapan), belok kanan menuju pertigaan dusun Cidukuh (Desa Selasari).
  • Di pertigaan Cidukuh, belok kiri dan setelah sekitar 300 meter dan melewati sebuah SD, belok kiri lagi menuju Gua Sinjang Lawang.
  • Sebelum mencapai Gua Sinjang Lawang, Anda akan melewati tempat wisata Gua Lanang. Pintu gerbang Gua Sinjang Lawang terletak sekitar 1 km dari Gua Lanang di sebelah kiri jalan.
Fasilitas Wisata Gua Sinjang Lawang
  • Perlengkapan Body Rafting
  • Toilet
  • Ruang ganti
  • Saung
  • Tempat parkir
  • Dll
Estimasi biaya untuk aktivitas Body Rafting di Gua Sinjang Lawang antara Rp. 150.000 - 200.000/orang. Tarif tersebut biasanya sudah termasuk makan sajian nasi liwet, perlengkapan, dll. Dan prakiraan harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi.
Advertisement

Baca juga:

Admin
I'm a Blogger. Hidup adalah perjuangan, dan perjuangan dalam hidup itu sendiri adalah ibadah. Lakukan apapun atas dasar ibadah, Insya Alloh berkah. Aamiin.