Drone, Teknologi Masa Depan Jasa Ekspedisi Tanpa Emisi
Drone, Teknologi Masa Depan Jasa Ekspedisi Tanpa Emisi

Drone, Teknologi Masa Depan Jasa Ekspedisi Tanpa Emisi

Drone, Teknologi Masa Depan Jasa Ekspedisi Tanpa Emisi
MediaPangandaran.com - Harapan untuk mewujudkan dunia yang ramah energi bisa dilakukan dalam banyak cara, misalnya dengan mengurangi gas buang (emisi) karbon dari kendaraan. Namun keinginan ini agaknya sulit bagi sebagian bisnis, misalnya jasa pengiriman. Secara konvensional, jasa pengiriman atau ekspedisi memerlukan transportasi dari titik A ke titik B yang masih harus dicapai melalui kendaraan.

Nyaris seluruh kendaraan di muka bumi menghasilkan emisi karbon. Dalam jumlah yang melampaui batas, hal itu tentu akan mengganggu ekosistem dan kenyamanan lingkungan. Untuk berpartisipasi dalam penggunaan clean energy, atau sebutan yang tepat bagi sumber daya penghasil energi yang ramah lingkungan, alias tanpa emisi, banyak cara ditempuh melalui riset dan penelitian. Dalam bisnis jasa ekspedisi, yang paling mencuat adalah menggunakan pesawat tanpa awak (drone) sebagai alat pendistribusian ekspedisi.

Dengan drone, jasa pengantaran akan lebih efektif karena tidak harus melewati kemacetan. Dari sisi clean energy, pengantaran oleh drone juga sama sekali tidak menghasilkan emisi karbon. Lebih bagus lagi jika drone ditenagai oleh sumber energi yang juga ramah lingkungan, misalnya di-charge pada panel surya.

Akan tetapi, tantangan yang masih harus dipecahkan terkait ekspedisi dengan drone ini ada banyak. Perlu dipikirkan drone yang paling andal agar mampu menjaga keutuhan barang sampai tujuan. Belum lagi harus ada komunikasi dengan pengawas lalu lintas udara, karena bagaimana pun drone akan terbang dan akan melintasi angkasa, sehingga faktor keamanan selama terbang perlu diperhatikan.

Perlu dicatat ada sejumlah perusahaan yang terlibat dalam penggunaan drone seperti Amazon, Alibaba dan Google. Bahkan Alibaba, e-commerce asal Tiongkok, telah menguji pengiriman barang mereka dengan menggunakan teknologi drone, melalui toko online milik mereka. Di Indonesia sendiri belum lama ini Qlue merilis layanan jasa pengiriman berbasis online bernama Qlue-Jek. Layanan itu dihadirkan untuk menepis kendala pengiriman barang yang tersendat karena kemacetan di kota-kota besar di Indonesia.

Namun, pengiriman lewat drone punya beberapa keterbatasan. Tak semua jenis barang bisa dikirim menggunakan drone. Paling tidak, barang harus punya bobot maksimal 340 gram. Alibaba memperkirakan durasi pengiriman membutuhkan waktu satu jam.

Pengujian serupa juga dilakukan Lazada di Malaysia. Laman Malay Mail Online melaporkan, sebuah drone terbang sambil membawa sebuah paket di Kuala Lumpur. Pada kardus paket tersebut, tercantum logo e-commerce Lazada. Spekulasi pun merebak bahwa Lazada dikabarkan segera meluncurkan layanan ekspedisi berbasis drone.

Pernyataan resmi pun meluncur. Dise-butkan, lazada berkeinginan mewujudkannya di masa depan. Namun saat ini, mereka masih fokus untuk pendistribusian lebih cepat dan tepat ke seluruh area.

Inovasi dengan drone juga dilakukan Food Panda. Laman CNBC menulis, perusahaan aplikasi pengantaran makanan itu sedang menyimulasikan pengiriman makanan dengan drone. Uji coba itu dilakukan di Singapura. Pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak itu didorong oleh adanya keinginan untuk menyintas waktu pengiriman sekaligus memberikan inovasi karena banyaknya pesaing yang tumbuh.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.