Cara Memeriksa Kondisi Kesehatan Kelenjar Getah Bening
Cara Memeriksa Kondisi Kesehatan Kelenjar Getah Bening

Cara Memeriksa Kondisi Kesehatan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening bengkak pertanda terjadi infeksi. Begini cara memeriksanya!

Cara Memeriksa Kondisi Kesehatan Kelenjar Getah Bening
MediaPangandaran.com - Kelenjar getah bening memiliki fungsi menjaga aliran dari pembuluh getah bening. Berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh getah bening mengangkut cairan plasma yaitu sisa cairan ketika darah sudah mengalirkan makanan ke seluruh jaringan di tubuh. Aliran pembuluh getah bening hanya searah dari seluruh jaringan tubuh menuju ke pembuluh darah vena di dada untuk dibawa ke jantung.

Ketika pembuluh getah bening berproses mengangkut sisa cairan, di situlah kuman bisa terbawa. Saat itu pula, kelenjar getah bening akan bekerja mempertahankan supaya kuman tidak terbawa masuk ke pembuluh darah vena yang akan kembali ke jantung. Kelenjar getah bening itu ada di setiap lipatan tubuh seperti leher, ketiak, siku, selangkangan, dan lutut.

Karena kelenjar ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh, ia bisa menjadi tanda awal untuk memeriksa penyakit. Misalnya, ada infeksi di kaki, itu pasti ada pembesaran kelenjar di selangkangan karena di situ sedang ditahan kumannya supaya tidak masuk ke darah. Jadi, ketika kelenjar membesar, bisa diurutkan ke organ di dekatnya pasti ada yang sedang terinfeksi.

Fungsi pertahanan membuat kelenjar getah bening acap kali membengkak. Hal itu memang tidak bisa dicegah karena berbagai penyakit bisa mengakibatkan pembesaran kelenjar tersebut. Oleh karena itu, yang terpenting adalah memeriksa pembesarannya untuk mewaspadai kedatangan penyakit yang tersembunyi.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memeriksa kondisi kelenjar getah bening yang sedang membengkak. Selain itu, ada upaya lain yang bisa dilakukan supaya pembuluh getah bening dan kelenjar getah bening bekerja dengan baik sebagai pos penjagaan kesehatan tubuh. Ayo lakukan beberapa hal berikut ini!
  • Seringlah meraba-raba area yang terdapat kelenjar getah bening terutama bagian leher karena pembengkakan biasanya terjadi pertama kali di area tersebut. Perabaan bisa dilakukan seminggu sekali.
  • Bila mulai terasa ada pembesaran, biasakan memeriksa secara berkala untuk melihat progresnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah ukurannya apakah membesar, apakah menjadi lebih keras, bertambah jumlahnya, dan kelenjar itu melekat atau tidak. Ini bisa menjadi bahan yang dikonsultasikan ke dokter.
  • Bila setelah beberapa waktu pembengkakan tidak juga sembuh dan kembali ke ukuran aslinya, segera periksakan ke dokter. Karena, hal itu bisa mengindikasikan adanya penyakit di organ terdekat kelenjar getah bening atau kelenjar getah bening itu sendiri yang diserang.
  • Selain memperhatikan kelenjar yang membesar, cermat juga mengamati gejala lain di tubuh. Misalnya, apakah amandel membesar, demam, ketika malam berkeringat, merasakan hawa panas di saat orang lain tidak, berat badan turun, dan tanda fisik lain.
  • Aliran pembuluh getah bening menjadi lancar bila terjadi kontraksi otot. Oleh karena itulah, tubuh harus sering bergerak sehingga alirannya lancar. Contoh aliran pembuluh getah bening yang tidak lancar adalah kaki yang membengkak ketika terlalu banyak duduk. Bila memiliki kerabat yang terkena stroke sehingga sulit bergerak, bantulah dengan menggerakkan ototnya secara pasif supaya pembuluh getah bening tetap bisa mengalir dengan baik.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.