Selamat datang di mediapangandaran.com
6 Puisi Remaja Tentang Cinta Kasih
6 Puisi Remaja Tentang Cinta Kasih

6 Puisi Remaja Tentang Cinta Kasih

Inilah karya 6 puisi remaja tentang cinta. (Ms/MP)

6 Puisi Remaja Tentang Cinta Kasih
MediaPangandaran.com - Bicara cinta memang tidak akan pernah ada habis-habisnya. Selain karena cinta adalah anugerah ilahi, cinta juga adalah sebagian sisi dari esesnsi kehidupan manusia. Cinta ini sangat mempengaruhi kehidupan. Dari yang berdampak positif hingga negatif. Cinta pun dipersepsikan berbeda oleh setiap orang yang mengalaminya dan tak jarang dituangkan dalam bentuk puisi.

Maka dari situlah lahir beragam macam puisi yang mengatasnamakan cinta. Baik cinta ditinjau dari sisi keabadian hingga yang merana akibat cinta. Berikut disajikan beberapa puisi tentang cinta. Mungkin salah satunya ada yang mengena di hati Anda.

Keabadian

Di ujung lidah
Kata-katamu tersekat
Ingin kau jangkau matahari ttu
Tapi tanganmu terlalu pendek untuk menjangkaunya

Engkau terlalu bodoh
Merangkai keabadian yang tak kunjung datang

Jemarimu masih kaku
Tubuhmu beku
Matamu pun sayu
Sungguh, bibirmu begitu bisu untuk mengetahui maksudmu

Jangan pemah kau lengah
Sesungguhnya keabadian cintamu sedang kau genggam
Hanya tinggal kau kemasi kepingan hatimu itu
Untuk kau satukan menjadi keabadian yang kau butuhkan
Keabadian yang kau agungkan.

Cinta

Saat cinta mengetuk hati
Tak ada satu orang pun dapat menolaknya
Cinta adalah anugerah yang indah
Yang diberikan Tuhan buat umat-Nya

Saat cinta hadir di kehidupan
Hidup pun menjadi berwarna
Cinta adalah penyemangat hidup

Mencintai seseorang tak berdosa
Melainkan mukjizat dari Yang Kuasa
Cinta bukan rangkaian kata-kata
Melainkan sebuah pengorbanan, pengertian, ketulusan, dan kejujuran

Mukjizat dari Sang Kuasa
Betapa indahnya bagai cahaya menerangi
Pengorbanan, pengertian, ketulusan dan kejujuran
Membuat cinta begitu sempurna

Soulmate

Cintanya...
Rindunya,..
Senyumnya...
Sedihnya...
Oh belahan jiwa

Tak akan lelah aku menanti soulmateku
 Hadir atas nama cinta
Cintaku abadi
Namamu melukis belahan jiwaku

Apakah kau bisa melihat hatiku
Aku rindu...
Aku menunggu cintanya

Katakan soulmate
Lagumu lumpuhkan jiwaku
Air matamu membutakan mata hatiku
Mengandung racun mengalirtanpa wama

Jangan Menangis

Lilin redup terabaikan
Terhempas bayang kelabu
Menyisakan serpihan abu
Berserakan tanpa noda

Tetesan hujan mengetuk jendelaku
Tanpa sesuatu yang datang
Tanpa pemberitahuan sedikit pun

Wangi bunga sedap malam
Menusuk rongga hidungku
Memanggilku untuk datang
Dan memberitahukanku
"Jangan menangis, jangan menangis..."

Akankah kau bisa?
Menghindar dari kematian yang memanggil
Tak tergodakah kau
Dalam melodi penuh mistis

Ia memanggil
Dan ku takkan menolak
Tapi tidak sekarang
Tunggu saatnya datang

Aku yang Terluka

Ingatkah kau padaku
Ingatkah kau pada milikmu
Apakah aku bukan untukmu?
Hingga kau biarkan aku di sini sendiri
Di tengah badai penderitaan?

Apakah kau mengantarkan aku
Di dalam sarang serigala yang sedang kelaparan?
Yang akan mencabik-cabik hati dan jiwaku
Hingga semuanya hancur
Dan tak terkendali

Kau telah membuatku sedih, bahagia, dan tertawa
Apakah ini kau yang sebenarnya?
Begitu indahnya engkau
Saat engkau merangkulku dalam kasihmu
Tapi jika kejenuhan itu tiba
Tak segan kau mencengkramku hingga
tuiang dan jiwaku tersiksa

Akankah ada kasih abadi untukku?
Tunjukkanlah padaku kau tak seperti....
Yang kulihat dan kurasakan
Semua itu aku lakukan
Karena aku yakin dan percaya
Pada kasihmu yang tiada akhirnya
Meski itu semua telah menyakitkan bagiku.

Maaf Kuharus Memilih

Lelah hatiku ini
Menjalani dua kisah kasih
Berbulan-bulan aku lalui hari
Tanpa satu keyakinan diri
Denganmu aku berdiri
Dengannya aku berseri
Mungkin dirimu membenci
Cinta segitiga ini
Kini akan kuakhiri
Dan aku harus memilih
Dirinya yang lebih berarti
Tak akan kusakiti lagi
Maafkan diriku ini
Karena kuharus memilih
Advertisement

Baca juga:


Admin
Content Writer at Media Pangandaran.