5 Fakta dan Mitos Diabetes yang Wajib Anda Ketahui
5 Fakta dan Mitos Diabetes yang Wajib Anda Ketahui

5 Fakta dan Mitos Diabetes yang Wajib Anda Ketahui

5 Fakta dan Mitos Diabetes yang Wajib Anda Ketahui
MediaPangandaran.com - Diabetes adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula di dalam darah. Banyak pula orang yang menyebutnya "kencing manis", karena di dalam urine penderita terdapat gula yang rasanya manis. Dalam keadaan normal, urine tidak mengandung gula.

Pada dasarnya, tingginya kadar gula di dalam darah terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin atau zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Kekurangannya bisa berupa jumlah insulin yang memang kurang secara kuantitas, atau jumlahnya cukup namun kinerjanya kurang baik.

Diabetes sering disebut-sebut sebagai "ibu" dari berbagai penyakit. Pasalnya, diabetes bisa menjadi penyebab dari banyak komplikasi penyakit, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit pada mata, penyakit pada kaki, penyakit saraf, stroke, dan banyak lagi lainnya.

Nyatanya, masih banyak mitos dan informasi keliru yang beredar mengenai diabetes. Hal itu sangat disayangkan lantaran penyakit ini masih menjadi persoalan serius dunia, termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Banyak yang salah kaprah terhadap diabetes, hal itu tentu merugikan karena dengan edukasi yang baik, kita bisa membentengi diri sendiri dan orang-orang terdekat kita dari diabetes tipe dua. Selain itu, ada beberapa mitos lain yang telanjur beredar di kalangan masyarakat. Berikut di antaranya.

Mitos diabetes bisa dicegah
Faktanya, tak semua diabetes bisa dicegah. Ada empat tipe diabetes yang selama ini dikenal, yaitu tipe 1, tipe 2, diabetes gestational, dan diabetes tipe lain. Pada penderita diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin sama sekali. Itu karena tipe 1 merupakan penyakit auto-imun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sendiri sel-sel pembuat insulin di pankreas. Tidak seorang pun tahu secara pasti apa yang menyebabkan itu sehingga sudah pasti memiliki kesulitan untuk mencegahnya. Akan tetapi, faktor genetik bisa jadi berperan dalam hal ini.

Sementara itu, pada tipe 2, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi juga tidak menghasilkannya dalam jumlah cukup atau tubuh punya kesulitan menggunakan insulin secara efisien. Untuk diabetes tipe 2, masih bisa dicegah dengan gaya hidup yang baik, yaitu mengatur pola makan dan olah raga. Namun, ada juga diabetes tipe 2 yang tidak bisa dicegah karena faktor keturunan.

Mitos pola makan yang baik untuk menghindari diabetes tipe 2, adalah dengan tidak mengonsumsi makanan manis
Faktanya, orang yang sudah menghindari makanan manis tetap berpotensi menderita diabetes.
Penyebabnya tidak cuma berasal dari makanan atau minuman yang manis. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat juga bisa menyebabkan diabetes, misalnya, sudah makan nasi tetapi bersama mi, atau makan bala-bala empat biji bersama lontong dan kerupuk.

Mitos diabetes adalah penyakit menular
Faktanya, diabetes bukan merupakan jenis penyakit yang menular.

Mitos diabetes diturunkan secara menyilang
Maksud dari mitos tersebut adalah ketika ayah menderita diabetes, resiko tersebut akan "diwarisi" anak perempuannya. Atau sebaliknya. Ini adalah anggapan yang keliru, karena baik anak laki-laki dan perempuan, memiliki risiko yang sama apabila orang tuanya menderita diabetes. Keluarga tidak menjadi satu-satunya faktor risiko.Yang juga sangat menentukan adalah dengan menjaga pola makan dan berolah raga.

Mitos soal diabetes tipe kering dan basah
Di kalangan masyarakat, ada anggapan yang menyebutkan tentang diabetes tipe kering dan basah. Sebenarnya tidak ada istilah tersebut. Kedua istilah itu muncul karena anggapan bahwa pada penderita diabetes, terjadi penurunan berat badan yang drastis (kering) karena gula tidak dapat diubah oleh insulin menjadi energi pada sel tubuh. Sedangkan istilah diabetes tipe basah muncul karena penderita diabetes sering kali mengalami luka yang sulit sembuh dan bernanah.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.