5 Cara Menumbuhkan Kembali Cinta yang Pudar
5 Cara Menumbuhkan Kembali Cinta yang Pudar

5 Cara Menumbuhkan Kembali Cinta yang Pudar

Ini dia tips Cara Menumbuhkan Kembali Cinta yang Pudar. ilustrasi (Net)

5 Cara Menumbuhkan Kembali Cinta yang Pudar
MediaPangandaran.com - Sumber keretakan rumah tangga berpangkal dari hilangnya cinta antara suami dan istri. Dalam beberapa kasus ditemukan hubungan hambar bahkan bisa berakhir pada perceraian. Pudarnya cinta dalam rumah tangga jika tidak segera dicermati memang mengundang berbagai persoalan. Lalu, bagaimana cara menumbuhkan kembali cinta yang pudar tersebut?

Umumnya, problema pasutri berpangkal pada hilangnya cinta di antara mereka. Untuk masalah ini ada tips yang bisa digunakan bagi pasangan yang belum terkena virus hilangnya cinta dalam rumah tangga. Berikut ini 5 cara menumbuhkan kembali cinta yang pudar, antara lain:

1. Tingkatkan daya tarik fisik dan seksual kedua belah pihak. Suami maupun istri hendaknya sama-sama berusaha meningkatkan daya tariknya.

2. Tingkatkan komunikasi verbal. Kedua belah pihak harus memahami bahwa terdapat perbedaan cara berkomunikasi antara pria dan wanita. Cari jalan tengah agar suami bisa berbicara secara lebih intim dan akrab. Di sisi lain, pihak istri juga menahan sedikit perasaannya yang terhanyut ingin selalu berbicara romantis.

3. Tingkatkan juga komunikasi nonverbal. Jika pasutri mendapati kenyataan bahwa berkomunikasi secara lisan malah menyulut pertengkaran, lebih baik gantikan dengan komunikasi nonverbal, misalnya kontak mata atau sentuhan fisik tanda kasih sayang.

4. Tingkatkan kebersamaan secara fisik. Kebersamaan secara fisik bukan hanya urusan di tempat tidur. Jika selama ini secara fisik selalu terpisah karena kesibukan masing-masing, kegiatan berdua-duaan yang selama ini jarang dilakukan harus segera dimulai lagi.

Syukur-syukur bisa berpiknik berduaan. Tapi ada juga cara murah namun efektif. Situasi rumah bisa dimanfaatkan, misalnya mencuci piring berdua. Yang satu menyabuni dan lain bagian mengelap. Akan tetapi, jangan memaksa suami yang alergi sabun cuci untuk ikut mencuci piring. Membaca buku sambil menunggu suami yang sedang main tenis juga hal yang baik dilakukan.

5. Perbarui komitmen perkawinan. Idealisme atau khayalan indah tentang bagaimana membangun rumah tangga biasanya hanya terjadi pada awal-awal pernikahan. Setelah berjalan lama, pasutri sebenarnya masih bisa beromantisme tentang hubungan mereka berdua.

Misalnya salah satu pasangan mengajak berkhayal tentang masa tua, "Aduh kebayang sepinya kalau anak-anak sudah pada menikah ya. Gimana kalau nanti kita umroh atau jalan-jalan bareng keliling dunia?" Mungkin untuk sebagian pasangan ini hanya khayalan tingkat tinggi. Akan tetapi, kata-kata manis semacam ini akan lebih mempererat hubungan pasutri.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.