4 Mitos Anemia Pada Anak yang Perlu Diketahui
4 Mitos Anemia Pada Anak yang Perlu Diketahui

4 Mitos Anemia Pada Anak yang Perlu Diketahui

Inilah beberapa Mitos Anemia Pada Anak yang Perlu Diketahui. ilustrasi (Net)

4 Mitos Anemia Pada Anak yang Perlu Diketahui
MediaPangandaran.com - Berbagai hal tentang perkembangan anak sering kali diwarnai mitos. Namanya saja mitos kebenarannya tentu saja diragukan dan bahkan bisa betul-betul menyimpang dari fakta. Hal-hal itulah yang sering menimbulkan kebingungan, manakah yang benar dan manakah yang harus diterapkan. Demikian pula halnya dengan mitos anemia pada anak.

Berkaitan dengan anemia pada anak, mitos pun kerap muncul sehingga mengaburkan faktanya. Berikut ini ada beberapa mitos anemia pada anak yang perlu Anda ketahui.

Air susu ibu (ASI) kurang memberikan asupan zat besi pada anak sehingga anemia
Hal ini adalah mitos. Zat besi pada ASI memang jumahnya lebih sedikit dibandingkan dengan susu formula yang sudah ditambahkan berbagai zat ke dalamnya. Namun, meskipun sedikit, seorang anak mampu menyerap hampir seluruhnya karena penyerapannya lebih maksimal. Sementara itu, zat besi pada susu formula memang lebih banyak tapi yang diserap hanya sekitar 10%.

Ibu hamil yang mengonsumsi zat besi akan mengalami kesulitan persalinan
Ini adalah mitos yang jika dipercaya justru akan membuat bayi yang dilahirkan berpotensi anemia karena sang ibu tidak "mewariskan" cadangan zat besi yang cukup.

Ibu hamil biasanya diberikan suplemen zat besi. Konstipasi atau sulit buang air besar merupakan efek samping dari mengonsumsi zat besi, tetapi bukan berarti akan sulit bersalin. Oleh karena itulah, bila diberikan sesuai anjuran dokter, maka dokter akan memberikan juga anjuran untuk lebih banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan berserat.

Mengonsumsi teh atau kopi supaya suplemen zat besi bekerja lebih efektif
Ini adalah mitos karena yang terjadi justru sebaliknya. Kandungan di dalam teh dan kopi malah menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Lebih baik minumnya dengan air putih. Lebih bagus juga bila diminum bersamaan dengan jus buah. Buah mengandung banyak vitamin C yang meningkatkan penyerapan zat besi di dalam usus. Selain itu? bila mengonsumsi obat maag, sebaiknya tidak dikonsumsi berbarengan dengan suplemen zat besi.

Untuk mencegah anemia, anak-anak yang sudah besar pun harus diberikan susu formula yang banyak
Ini adalah mitos karena zat besi untuk pencegahan anemia pada anak justru didapatkan dari pola makan anak yang bergizi seimbang, bukan karena banyak mengonsumsi susu. Malahan anak yang minum susu terlalu banyak cenderung cepat kenyang sehingga porsi makannya berkurang. Apalagi anak-anak cenderung pemilih makanan, maka dikhawatirkan dia hanya mengonsumsi makanan favoritnya sehingga tidak mendapatkan kecukupan zat besi.
Advertisement

Baca juga:

Admin
Content Writer at Media Pangandaran.