Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Hepatitis

MediaPangandaran.com - Hepatitis. Berdasarkan anamnesis pada tahun 2013, prevalensi hepatitis untuk semua kelompok umur adalah 1,2 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2007 sebesar 0,6 persen. Jenis hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah Hepatitis B sebesar 21,8 persen dan Hepatitis A sebesar 19,3 persen. Sementara penderita Hepatitis C hanya sebesar 2,5 persen, hepatitis lainnya 1,8% dan sisanya tidak tahu.

Sementara mengenai hepatitis, hepatitis merupakan penyakit peradangan hati. Hepatitis dibedakan menjadi Hepatitis A, B, C, D atau E. Hepatitis A biasanya menyebabkan hepatitis akut, sementara Virus Hepatitis B dan C menyebabkan hepatitis kronis (menahun).


Gejala Hepatitis A akan muncul setelah terjangkit selama 2-6 minggu. Gejala yang terlihat adalah kulit dan mata menguning, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, urin berwarna gelap, demam, nyeri perut atau rasa tidak nyaman di daerah hati. Hepatitis A terkait dengan pola hidup bersih, dan tidak pernah berkembang parah seperti Hepatitis B atau C. Namun tetap harus diobati karena dapat mengurangi produktivitas.

Penyebab hepatitis adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati atau liver. Penularan virus hepatitis ini melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah. Selain karena infeksi virus, hepatitis juga terjadi karena jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan dan hubungan seksual dengan penderita hepatitis, serta alkohol.

Sementara untuk mencegah terkena penyakit hepatitis adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis. Selain itu, menerapkan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet. Kemudian bila terkena air genangan banjir, segera bersihkan diri dengan sabun. Tidak menggunakan handuk, sikat gigi dan barang pribadi yang sama dengan orang lain, serta tidak menggunakan jarum suntik lebih dari satu kali.

Pencegahan lainnya adalah dengan menjaga kebersihan makanan dan alat makan. Yakni mengonsumsi makanan yang sudah dimasak dengan benar dan terjamin kebersihannya, tidak jajan sembarangan, serta memisahkan peralatan makan yang digunakan oleh penderita agar tidak digunakan oleh orang lain. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat dengan tidur minimal 8 jam sehari, berolahraga secara teratur, mengurangi sties, menghin-dari perilaku seks bebas dan menghindari alkohol.