Inilah Korban Meninggal di Aksi Demo 4 November

MediaPangandaran.com - Aksi damai bela Islam 4 November telah usai. Aksi yang di mulai ba'da sholat Jum'at kemarin berjalan dengan damai, tertib, bahkan sebagian orang dan media-media mengatakan aksi ini sebagai aksi yang terpuji. Karena selain kondusif dalam aksi ini juga ada aktivitas dimana massa atau peserta aksi memunguti sampah di sepanjang perjalanan / long march kemarin.

Namun, aksi yang berjalan damai, dan kondusif tersebut sempat di warnai kericuhan, dengan adanya aksi penyerangan terhadap brikade aparat keamanan. Aksi yang bisa dibilang anarkis tersebut di duga dilakukan oleh pihak provokator yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana foto yang di unggah Aa Gym dalam akun media sosial Twitter-nya yang secara tidak langsung menyatakan bahwa provokator tersebutlah yang menyebabkan kericuhan.

Baca juga : Ini Foto yang Di Unggah Aa Gym Terduga Provokator Demo 4 November
Kericuhan tersebut terjadi setelah aksi damai pembela Islam selesai pada Jumat (4/11), malam. Diketahui akibat dari kericuhan tersebut dua unit truk polisi dibakar dan puluhan massa aksi dilarikan kerumah sakit karena terkena gas air mata dan peluru karet.

Dikabarkan seorang peserta aksi damai meninggal dunia, sebagaimana di lansir dari laman detikcom, korban tersebut bernama Syahrie Oemar Yunan (65 tahun). Korban adalah seorang guru ngaji, tercatat sebagai warga Binong Permai F-14/24 RT07/07, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Gilang (anak korban), membenarkan kejadian tersebut. Menurut Gilang, almarhum ayahnya meninggal dunia karena tidak kuat menahan gas air mata yang ditembakkan sejumlah aparat keamanan di lokasi sekira pukul 19.00 WIB Jumat (4/11).