Aksi Bela Alqur'an 4 November 2016, Ini Kata Aa Gym Sebelum Berangkat

MediaPangandaran.com - Aksi Bela Alqur'an 4 November 2016, Ini Kata Aa Gym dalam Persiapan keberangkatan rombongan Daarut Tauhid Bandung. Dan berikut ini merupakan kutipan yang disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar dalam persiapan tersebut tadi malam, 03/11/2016.

Baca juga : Aksi Bela Islam 4 November 2016 : Ahmad Dhani Ikut Salat Jumat Bersama Pendemo
"Membela Alqur'an tidak cukup dengan hanya datang dalam aksi, juga tidak cukup dengan berteriak lantang... membela Alqur'an adalah kita benar-benar berahlaq Alqur'an... Jangan biarkan kita nodai Alqur'an dengan keburukan ahlaq kita. Alqur'an itu mulia, maka pastikan niat kita mulia, kata-kata kita mulia, sikap kita mulia, kita tunjukan bela Alqur'an dengan ahlaq yang mulia.

Alqur'an itu adalah benar-benar rahmatan lil 'alamin, Alqur'an melarang melakukan kerusakan, maka pastikan aksi kita ini tidak mendzolimi siapapun, tidak merusak apapun, karena itu tidak sesuai dengan yang kita bela, yaitu Alqur'an. Dan semua yang hadir adalah saudara kita, jangan mau terprovokasi oleh orang-orang yang mau merusak Amar ma'ruf nahi munkar, mengajak kepada kebenaran dan menolak kemungkaran, kita harus pastikan niat kita benar, sikap kita benar, kata-kata kita benar, tidak boleh ada kemungkaran yang kita lakukan.

Jumlah kita yang banyak tidak boleh membuat kita ujub dan takabur, karena Alloh membenci sekali orang yang sombong, membenci orang yang ujub, justru jumlah kita yang banyak membuat kita semakin Tawadhu dan tawakal kepada Alloh.

Oleh karena itu sahabat-sahabat sekalian, pastikanlah bahwa aksi kita ini amal soleh kita, dakwah kita. Tidak boleh menjadi kerusakan karena kita di takdirkan menjadi anak Negeri ini, maka kita yang menjawab dalam menjaga Negeri ini tetap indah, aman dan damai, Kota Jakarta juga ibu kota kita bersama, pastikan kita yang jaga agar tetap aman damai tidak ada kerusakan.

Kalau kita nanti bertemu dengan saudara-saudara kita yang jadi aparat, maka aparat itu adalah saudara kita juga. Aparat boleh jadi hatinya sama terluka seperti kita, namun tugasnya sedang tugas mengamankan. Pandanglah aparat sebagai saudara kita, saudara se-akidah mayoritas se-aparat. Yang lainnya saudara sebangsa, tidak layak kita bertengkar atau salah sikap, juga kepada aparat yang nanti mengawal, ketahuilah bahwa unjuk rasa ini adalah hak konstitusional dari setiap warga, dan yang melakukannya adalah juga saudaranya sebangsa.

Oleh karena itu, jaga, ayomi, lindungi, dari apapun yang membuat aksi ini terganggu oleh pihak yang berniat dan berbuat buruk, penuhi setiap langkah dengan dzikrulloh, perbanyak istighfar, perbanyak do'a, karena kemenangan buka datang dari kita tapi dari keridhoan Alloh SWT, jangan merasa kita yang bisa menang dengan kekuatan diri, kita menang hanya dengan kekuatan Alloh SWT, La Hawla Wala Quwwata Illa Billah...

Semoga Alloh yang maha tahu isi hati kita mengaruniakan keikhlasan didalam niat dakwah ini memberikan kemudahan, keamanan dan keberkahan, sehingga apa yang kita lakukan ini bisa menjadi pembelajaran bagi siapapun agar selalu menjaga diri dari perbuatan dzolim jangan sampai menghakimi orang lain apalagi menistakan agama, dan semoga aksi kita ini Negeri kita ini menjadi lebih baik, memilih pemimpin yang berahlaqul karimah, tidak ada lagi penodaan, penistaan terhadap agama mana pun dan kita tetap bisa bersatu didalam kebaikan.

Niat baik, sikap baik, perkataan baik, dan tetap kita jaga dalam kebaikan, semoga Alloh lah yang memberikan hasil terbaik bagi kita bagi bumi Indonesia yang kita cintai ini. Selamat menjalankan tugas dakwah ini, semoga Alloh menerima menjadi amal sholeh, Aamiin ya Alloh yarobal'alamiin... dan semoga Alloh melindungi kita semua dari apapun yang menjadi fitnah di dunia. Selamat berjuang sahabatku sekalian, ini adalah kebersamaan untuk kebaikan dunia akhirat kita".