5 Cara Ampuh Remajakan Kulit Tanpa Efek Samping

MediaPangandaran.com - Meremajakan Kulit Tanpa Eefek Samping. Umumnya tanda-tanda penuaan dialami oleh mereka yang usianya di atas 30 tahun atau bahkan di atas 40 tahun. Namun, tak sedikit yang usianya baru kepala dua atau usia 20 tahunan sudah mulai tampak tanda-tanda penuaan seperti kerutan halus, kulit kering, kulit kasar dan timbul vlek. Apalagi jika seseorang malas merawat kulit. Lantas, bagaimana cara ampuh remajakan kulit tanpa efek samping?

Jadi, sebaiknya treatment peremajaan pun bisa dilakukan sejak usia yang lebih muda sehingga pada saat usia 30 tahunan atau 40 tahunan, kulit tetap terawat dan tidak cepat timbul tanda-tanda penuaan. Perawatan sejak dini meminimalisasi keluhan-keluhan kulit yang bisa meminimalisasi  keluhan-keluhan kulit yang biasa timbul di kemudian hari.



Treatment-treatment peremajaan yang dilakukan sejak dini, bukan untuk mengubah struktur kulit seperti perawatan peremajaan ketika tanda-tanda penuaan sudah sangat tampak. Namun, treatment peremajaan yang dilakukan sejak dini dilakukan untuk melindungi kulit. Seperti diketahui, semakin usia bertambah maka pajanan sinar matahari semakin banyak. Maka semakin dini melakukan tindakan pencegahan maka ke depan kulit akan terlihat bagus dan tidak cepat menua.

Mengatasi tanda-tanda penuaan, biasanya dengan berbagai treatment peremajaan mulai dari chemical peeling, radio frekuensi, hingga laser. Namun, treatment-treatment tersebut biasanya memberikan efek berupa kemerahan dan mengelupas hingga beberapa hari, serta rasa nyeri setelah pengerjaan. Hal tersebut membuat seseorang takut melakukan treatment peremajaan. Padahal, untuk selalu tampil muda menjadi suatu keharusan.

Belakangan, treatment-treatment peremajaan tidak selalu memberikan efek kemerahan, pengelupasan parah maupun rasa nyeri, yang kerap disebut lunch procedure. Pasalnya, treatment ini bisa dilakukan singkat saat istirahat jam makan siang dan sesudah treatment dapat langsung bekerja tanpa khawatir ada bekas berupa kemerahan dan pengelupasan yang parah sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Treatment peremajaan banyak jenisnya. Namun, bila mencari yang tidak terlalu besar efek kemerahan dan pengelupasannya atau downtime (masa penyembuhannya) cepat maka perhatikan jenis bahan aktif dan konsentrasinya. Biasanya, untuk treatment peremajaan yang downtime-nya cepat maka jenis obat dan konsentrasi bahan aktifnya dikurangi, atau treatment-nya dikurangi.

Treatment peremajaan dimulai dari yang paling dasar, yakni penggunaan tabir surya atau sunblock untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penggunaan tabir surya ini penting, karena jika berbicara soal peremajaan maka harus diperhatikan lingkungan. Penuaan tidak selalu karena faktor usia, tetapi faktor lingkungan seperti pajanan sinar matahari dan polusi. Di Indonesia, sunblock yang digunakan minimal SPF 15. Semakin kuat SPF-nya maka proteksinya semakin kuat dan hasilnya akan semakin bagus untuk kulit.

Selain tabir surya, sebaiknya juga rutin menggunakan krim-krim harian, yakni krim pagi dan krim malam. Seseorang harus jeli memilih krim pagi dan krim malam yang digunakan. Pasalnya, krim malam mengandung asam dan pengelupasan yang akan memberikan efek penampilan pada kulit dan kenyamanan.

Umumnya krim malam mengandung glycolic acid atau AHA (alpha hydroxy acid), hidrokinon, tretinoin dan adapalen. Golongan-golongan tersebut akan memberikan reaksi kemerahan dan pengelupasan, yang derajat kemerahan dan pengelupasannya tergantung dari dosisnya. Agar tidak terjadi kemerahan dan pengelupasan maka diberikan dosis yang ringan dan tidak secara intens menaikkan dosis.

Setelah itu, baru dilakukan tindakan atau treatment peremajaan mulai dari chemical peeling yang superfisial, mikrodermabrasi atau micro peel, thermage, laser v-beam dan laser q-switch, dan intraceutical.