Cerpen: Cinta Tak Selamanya Indah

MediaPangandaran.Com - Cerpen Cinta tak selamanya indah oleh : Ria Margati awalnya di publikasikan di Mediapangandaran.com pada tanggal 22 februari 2014. Dan ini merupakan pemuatan ulang setelah kami kehilangan data web beberapa tahun kebelakang. Bagi anda yang suka dengan karya sastra, Silahkan baca cerpen cinta tak selamanya indah karangan Ria Margati ini selengkapnya.


Aku hanya bisa terdiam dengan keputusannya waktu itu, keputusan untuk mengakhiri hubungan kami. Aku sudah mencoba untuk mempertahankannya, tapi semuanya sia-sia saja. Cinta tak bisa dipaksa, buat apa aku pertahankan semuanya jika di memang sudah tak mencintaiku lagi?.

Sudah tiba saatnya, saat dimana aku harus merelakan, mengikhlaskan, pergi dan menjauh dari dia. Sebelum putus memang hubungan kami kurang baik setelah 2 hari kita tak berkomunikasi dan banyak terjadi kesalahpahaman. Sangat disayangkan karena hubungan kami telah diketahui oleh keluargaku.

Aku menatap langit-langit di kamarku, seketika ku terdiam. Apakah malam juga ingin mengejekku dengan kesunyian ini? Kondisi hatiku memang sedang tidak baik, aku lebih banyak memilih diam, dan menggalau di kamar.

Kebahagiaan itu, aku mulai kehilangan kebahagiaan itu. Keceriaanku yang selalu ada di pagi hari kini tak ada lagi. Kenapa waktu begitu tidak adil? Mengapa dia membuatku kehilangan kebahagiaan itu di saat aku telah benar-benar mendapatkannya, setelah penantianku selama 3 tahun. Aku mulai merasa tak bisa menjadi diriku sendiri dan tak mau menerima kenyataan. Seharusnya aku juga berhenti bermimpi, aku bukanlah segalanya untuknya, aku hanyalah sebuah kenangan, kenangan yang setiap harinya akan hilang. Seharusnya aku sadar dia akan segera menemukan pengganti ku yang bisa membuatnya tersenyum setiap harinya.

Aku termenung terpaku melihat langit yang penuh dengan bintang-bintang, keindahan malam itu mengajakku untuk tetap tersenyum dalam keadaanku saat ini. Aku sudah mulai sadar cinta tak selamanya seperti yang kita inginkan, terkadang cinta menginginkan hal lain seakan-akan ingin bebas, terbang dan berkreasi dengan imajinasinya sendiri. Entah kenapa di saat cinta sudah tumbuh di hatiku tapi malah keadaan yang melarangnya bersatu, bahkan memisahkan seperti yang ku alami sekarang.

Sunyi yang kurasa saat itu berubah menjadi keramaian yang tak jelas dari mana asalnya, aku kembali teringat akan masa lalu, masa bahagia bersamanya, canda, tawa, janji-janji, mimpiku yang selalu bersamanya, yang kuharap akan menjadi nyata, semua itu membuatku mendengar detak jam yang tak berhenti mengiringi setiap hari dan detak jantungku. Ingin ku teriak sekeras mungkin, tapi suaraku tertahan oleh derasnya air mata seketika jatuh, entah air mata apa? Apakah ini air mata kebahagiaan karena aku sudah bisa terlepas dari cinta yang hanya bisa membuatku sakit? Ataukah ini air mata penyesalan, penyesalan cinta karena aku sudah kehilangan orang yang bisa membuatku bahagia, cinta yang telah memasuk ke dalam separuh hidupku.

Cinta, aku benar-benar rapuh, aku mencintainya sungguh benar mencintainya. Seharusnya aku bisa mengumumkan kepada dunia, “aku bahagia, aku sangat bahagia bersamanya dan memilikinya”. Apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah itu yang terbaik. Allah gak akan ngasih cobaan di luar batas kemampuan umatnya, sesuatu yang diawali dengan baik, akhirnya pun akan baik. Di dunia ini gak ada yang sempurna dan kekal.

Ada banyak hal yang tidak bisa aku katakan, hatiku ini akan terus mengingatmu, mengingat kenangan yang masih mampu untuk kuingat, setelah ini aku benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi karena waktu akan terus berputar dan bergerak. Di saat kamu merasakan kebahagiaanmu nanti, aku harap aku juga bisa ikut merasakannya. Cinta dan perasaan ini hanya akan kusimpan, dan kubiarkan hilang dengan sendirinya. Bukankah itu akan lebih baik? Walaupun terkadang bayangmu slalu muncul dalam setiap lamunanku. Namun, harus ku membiarkanmu pergi, dan kamu meniggalkanku aku akan membalikkan badan sehingga aku tak akan melihatmu. Tak peduli sebanyak apa air mata yang akan menetes.

Walaupun aku sangat menginginkan cinta dan sayangmu yang lebih kepadaku. Walaupun aku sangat menginginkan kepedulianmu terhadapku, perhatianmu kepadaku dan kerinduanmu kepadaku. Aku akan tetap seperti ini, mengenang tentang kita dengan caraku, mencintaimu dengan caraku, dalam pendam akan kusimpan semuanya dan dalam diam aku akan pelan-pelan melepaskanmu.

*** SELESAI ***

Cerpen Karangan Ria Margati
Blog: http://goresanpenapenghayal.blogspot.com
Cilacap, Jawa Tengah
twitter : @ Aiyria_margati
facebook : Ria Margati WinxClub