Inilah Bumbu-Bumbu untuk Menambah Kelezatan Semur Nusantara

MediaPangandaran.com - Semur merupakan salah satu masakan khas Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara. Banyak sekali aneka olahan semur seperti semur daging, semur telur hingga yang paling fenomenal yaitu semur jengkol. Setiap jenis semur dari setiap daerah memiliki bumbu-bumbu tertentu atau bumbu khusus yang membuat cita rasa semur menjadi khas.

Semur Andilan khas Betawi yang rasanya lebih gurih daripada manis. Foto : Bango

Nah, berikut ini beberapa bumbu masakan yang biasanya ada dalam masakan semur. Jadi, jika anda ingin membuat semur ingatlah bumbu-bumbu berikut ini:

Bawang Merah
Hampir semua resep semur Nusantara menggunakan bawang merah sebagai bumbunya. Pilihlah bawang merah yang masih segar, keras dan berwarna merah. Bawang merah yang busuk biasanya lembab dan ada muncul bercak kecokelatan serta lembek.

Bawang Putih
Memang tidak semua resep semur Nusantara menggunakan bawang putih dalam bumbu utamanya. Namun penggunaan bawang putih akan menambah aroma dan kelezatan semur. Tapi harap diingat, bahwa penggunaan bawang putih ini tidak boleh berlebihan. Perbandingan penggunaannya dengan bawang merah biasanya 1:2. Jika bawang merah 8 siung, maka bawang putih cukup 3-4 siung saja.

Biji Pala
Selain digunakan dalam masakan sop, biji pala juga biasa digunakan untuk memasak semur. Tanpa biji pala, semur hanya terasa seperti menggunakan bumbu kecap saja. Aromanya pun kurang menggigit.

Daun Salam
Meski tidak semua, namun banyak semur yang menggunakan daun beraroma khas ini. Selain menambah aroma lezat dan menggugah selera daun salam juga bermanfaat untuk kesehatan.

Kecap Manis
Bukan semur namanya jika tanpa kecap manis. Kecap manis adalah cita rasa khas bagi semua masakan semur di Indonesia.

Jahe
Tidak semua bumbu semur tradisional menggunakan jahe, tetapi untuk semur yang dibuat dari daging sebaiknya menggunakan jahe untuk membantu menghilangkan bau amisnya.

Kemiri
Semur-semur yang menggunakan kemiri, warnanya lebih keruh ketimbang semur yang tidak menggunakan kemiri. Rasanya lebih gurih karena kemiri mengandung lemak.

Ketumbar
Kenyataannya, hanya sedikit semur tradisional yang menggunakan ketumbar.

Serai
Tidak semua semur menggunakan serai. Pemakaiannya cukup 2-3 batang, masing-masing diambil sekitar 6 cm dari bawahnya.

Lengkuas
Hanya beberapa semur tradisional Nusantara yang menggunakan lengkuas.

Tomat
Beberapa semur tradisional memanfaatkan tomat untuk memberi sentuhan kesegaran. Penggunaannya tidak boleh banyak karena rasa yang menonjol pada semur tetap harus datang dari kecap manisnya.